1 Orang Tewas Akibat Tawuran Di Bekasi

0
103
Para tersangka tawuran ditahan Polres Metro Bekasi Kota

BEKASI, (Garudanews.id) – Kenakalan remaja di Kota Bekasi semakin mengkhawatirkan. Remaja usia pelajar yang seharusnya belajar, namun sering kali terlibat tawuran. Seperti yang baru ini terjadi di wilayah Bekasi Utara, Kota Bekasi, satu orang meninggal dunia akibat tawuran.

Kelompok yang manamakan dirinya “Om Kali All Star” saling menantang dengan kelompok lain yang bernama “Bayur”. Kedua kelompok saling menantang melalui instagram. Mereka bertemu di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 03:00 WIB 10 Februari di depan Alexindo, Bekasi utara. Saat kedua kelompok bertemu, mereka berkelahi, naas, korban jatuh dan terpisah dari kawannya. Korban kemudian ditabrak menggunakan sepeda motor lalu dikeroyok secara beramai-ramai oleh para pelaku.

“Korban sempat ditolong dengan dibawa kerumah sakit Ananda, Medan Satria untuk mendapatkan pertolongan, namun korban tidak dapat tertolong lagi,” ujar Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP. Eka Mulyana, di Mapolres Metro Bekasi, Senin, (11/02).

Korban yang diketahui bernama M. Ali Sadikin (17) warga Kelurahan Harapan Jaya tersebut mengalami  luka bacok dibagian punggung, memar dibagian pinggul. Korban ditinggalkan para pelaku begitu saja setelah korban tidak bergerak.

Enam (6) remaja yang beberapa diantaranya masih usia pelajar berhasil diamankan polisi karena terlibat tawuran dengan kelompok lain. Tawuran yang terjadi di jalan Sultan Agung di depan Alexindo, Bekasi Utara tersebut menyebabkan korban meninggal luka bacok terkena senjata tajam. Para tersangka berinisial  SR alias Parid, IN alias Ilham, DF alias Mange, MI alias Baba, JP dan RNF alias Iki.

Para pelaku memiliki peran masing-masing dalam tawuran tersebut. SR alias Parid, JP dan IN alias Ilham membacok korban dengan celurit, DF alias Mange memukul korban menggunakan stik golf dibagian punggung, RNF alias Iki menabrak korban dengan motor serta menyeret korban.

Puluhan senjata tajam disita polisi, beserta baju korban yang bernoda darah dan satu unit sepeda motor. Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat (3) KUHP perkara tindak pidana di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang mengakibatkan matinya orang, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun penjara.

“Pasti nanti kalau anak-anak ada pertimbangan sendiri, karena ini pelakunya ada yang sudah usia dua puluh tahun,” pungkas Wakapolres.

Barang bukti yang disita oleh polisi berupa tiga (3) bilah celurit, dua (2) kantong plastik betisi pakaian korban yang bernoda darah, satu (1) buah stik golf, satu (1) bilah bambu dan satu (1) unit seped motor milik pelaku yang digunakan untuk menabrak dan menyeret korban. (Mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here