75 Persen Gedung SD di Bangkalan Diduga Berdiri di Atas Tanah Warga

0
244
Salah satu bangunan sekolah dasar negeri di kabupaten Bangkalan yang berdiri di atas tanah warga.

BANGKALAN (Garudanews.id) – Kasus sengketa lahan Sekolah Dasar (SD) Negeri Pangolangan 2 kecamatan Burneh, kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang saat ini tengah mengemuka, mendapatkan perhatian serius Bupati Abdul Latif Amin Imron.

Bahkan, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron berjanji untuk segera mencarikan solusi bagi pendidikan yang lahannya masih dalam bersengketa dengan warga.

“Saya sudah sampaikan dan diskusi dengan Pak Muhni (Wakil Bupati) karena beliu juga mantan Kepala Dinas Pendidikan. Pada intinya kami akan perhatikan untuk sekolah yang masih bersengketa dan kami akan selesaikan jalan keluarnya biar tidak berlarut-larut,” tuturnya, Rabu (26/9).

Lanjut, bahkan dirinya sudah mendapat data dari Wakil Bupati terkait sekolah yang masih belum terselesaikan sengketa tanahnya, diantaranya karena ahli waris yang belum bisa komunikasi dengan baik.

“Makanya, kami akan pelajari dulu, baru akan merealisaikan kebijakan untuk pembangunan pendidikan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah sekolah di kabupaten Bangkalan Madura, yang berstatus negeri akan tetapi tanah yang ditempatinya masih dalam sengketa dengan warga.

Hal itu terjadi, karena kurang cermatnya dinas pendidikan dan bagian aset daerah dalam mendata aset yang dikuasai oleh pemerintah daerah. Terlebih, tanah yang dipakai sekolah milik masyarakat, apalagi melihat kondisi bangunannya yang nyaris ambruk sehingga hal tersebut menjadi persoalan serius ketika berimbas pada proses belajar mengajar bagi siswa.

Bahkan beredar kabar bahwa keberadaan gedung sekolah dasar negeri di kabupaten Bangkalan sekitar 75 (Tujuh puluh lima) persen berdiri diatas tanah warga, bukan tanah milik negara. (Smsl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here