Dugaan Bagi-Bagi Duit, Ketua LBHS Dukung Langkah Kejari

0
101
Ketua Lembaga Bantuan Hukum Samawa (LBHS) Kusnaeni, SH

SUMBAWA (Garudanews.id) -Terkait  adanya polemik dugaan bagi- bagi uang yang mengalir ke beberapa oknum  pejabat,  bahkan nama kejaksaan dan Bupati Sumbawa (Husni Djibril-red), Bahwa dirinya juga ikut dicatut di dalamnya.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Samawa (LBHS) Kusnaeni, SH dalam rilis yang dikirim melalui Whatshapp kepada wartawan media ini (9/1/2018) kemarin, mengatakan bahwa LBHS mendukung langkah Kejaksaan Negeri Sumbawa‎ untuk mengungkap kasus tersebut.

“Saya selaku ketua LBHS Sumbawa sangat mendukung langkah Kejaksaan untuk menelusuri dugaan  bagi-bagi uang yang mengalir ke sejumlah oknum pejabat,”ungkapnya.‎

Menurut Kus sapaan akrabnya, ‎mendukung langkah hukum yang akan diambil oleh Humas sekaligus Tim Advokasi Hukum PT Tiba Papua, mengakui langkah hukum selaku kontraktor pelaksana Proyek Pasar Brang Bara.

“Ini penting karena pasar induk brangbara adalah bagian janji politik Bupati ke masyarakat Sumbawa,” tegas Kus.

Kus juga mendukung dan mengapresi apa yang dilakukan Kejaksaan saat ini.

“mendukung dan mengapresiasi juga langkah dari kejaksaan untuk mengusut tuntas terkait dugaan adanya aliran bagi bagi uang tersebut,  dengan memanggil sumber informasi tersebut dari mana,  buktinya apa,  kalau ada bukti saya kira kejaksaan bisa menelusuri nya,”papar Kus.

Kus menambahkan saya  kira ini penting agar niat baik dari pemerintahan Husni Mo untuk menghadirkan pasar referesentatif bagi masyarakat Sumbawa tidak terciderai,”tutupnya.

‎Seperti diketahui bahwa Kejaksaan Negeri Sumbawa sangat serius untuk menyelidiki (lidik) ‎ kebenaran isu adanya bagi-bagi duit senilai Rp 1,4 Milyar dari Proyek Pembangunan Pasar Induk Brangbara tersebut. Bahkan Sinyalemennya uang dalam jumlah besar ini masuk ke kantong sejumlah pejabat termasuk Bupati dan jajaran TP4D Kabupaten Sumbawa. Penyelidikan ini dilakukan karena TP4D bentukan kejaksaan tidak pernah menerima aliran dana tersebut dan menegaskan jika isu tersebut adalah fitnah yang keji.

Untuk mengungkap misteri penyebar isu maupun dugaan penyuapan ini, Senin (8/1) lalu , Tim Kejaksaan memeriksa Direktur PT Tiba Papua—rekanan proyek Pasar Brangbara, Mahdan dan Humasnya, Erik. Pemeriksaan terhadap pihak rekanan ini dikarenakan  isunya uang tersebut berasal dari PT Tiba Papua yang dibagi melalui Humas perusahaan tersebut.

“Inilah yang kami selidiki dengan mengawali penyelidikan dari Direktur PT Tiba Papua dan Humasnya,” kata Kasi Intel Kejari Sumbawa, Erwin Indrapraja SH MH yang didampingi Kasi Pidana Khusus, Anak Agung Raka PD SH.‎

Pemeriksaan tersebut juga untuk mencari kepastian apakah bagi-bagi duit ini benar adanya atau hanya sebatas isu. Sebab dari informasi lisan yang disampaikan para pejabat yang namanya tercantum di dalam daftar penerima, mengaku tidak pernah menerimanya. Jika memang ini isu, maka pihaknya akan menjerat penyebar informasi tersebut ke ranah hukum. Ia mengaku ada beberapa orang yang diindikasikan sebagai penyebar informasi ini. Rencananya mereka akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Kami masih mengumpulkan keterangan dan data-data, kami ingin persoalan ini terungkap agar tidak ada lagi orang yang bermain-main atau menyebar isu tanpa data dan fakta,” tukas Erwin yang juga TP4D Kabupaten Sumbawa ini.

Selain itu juga  Proyek  Pembangunan Pasar induk Brang Bara tersebut terus menjadi viral di media sosial (Facebook red). (Her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here