ADI Bekasi Jadi Pilot Project Nasional

0
368
Kegiatan Pelantikan MPD ADI Bekasi, di Merapi Merbabu Hotel. (Foto: Adi/Garudanews)

KOTA BEKASI (Garudanews) – Setelah berjalan hampir setahun lamanya, Majelis Pengurus Daerah Asosiasi Dosen Indonesia atau (MPD ADI) Bekasi, Rabu (21/12) siang, resmi dikukuhkan dan dilantik oleh MPP ADI di Merapi Merbabu Hotel Bekasi.
Ketua ADI Bekasi, Wawan Hermawan mengungkapkan, bahwa Majelis Pengurus Daerah Bekasi Raya baru pertama kali dibentuk oleh ADI Pusat. Sehingga pengukuhan MPD ADI Bekasi menjadi pilot project organisasi profesi akademisi tingkat nasional.

“Sebelumnya asosiasi ini hanya ada pengurus cabang atau MPC di setiap kampus di seluruh Indonesia. Namun ada gagasan lain yang disampaikan oleh para anggota di Bekasi yang mengusulkan agar jenjang pengurus di tingkat daerah dibentuk seperti Majelis Pengurus Daerah, dan hari ini MPD ADI Bekasi menjadi yang pertama di Indonesia,” ungkap Wawan kepada awak media disela kegiatan Pelantikan MPD ADI Bekasi, di Merapi Merbabu Hotel, kemarin.

Tujuan dibentuknya pengurus daerah, lanjut Wawan, agar memudahkan koordinasi anggota serta melebarkan organisasi ADI lebih luas lagi hingga ke setiap kampus. Dalam proses sertifikasi profesi, sambung Wawan, ADI berperan penting terhadap anggotanya, karena itu, Wawan meminta agar seluruh dosen yang ada di Bekasi baik kota maupun kabupaten untuk bergabung bersama ADI.
“Kami berharap kepada seluruh dosen di Bekasi untuk bergabung bersama ADI untuk membangun daerah lebih maju lagi. Sudah saatnya dosen berperan mengabdikan tridarma perguruan tinggi ke masyarakat secara langsung dan tidak melulu di dalam kampus memberikan teori kepada mahasiswanya,” imbuhnya.

Hal senada Sekretaris MPD ADI Bekasi, Sri Watini menambahkan, ADI tingkat daerah untuk yang pertama di Indonesia dijadikannya Bekasi sebagai pilot project Asosiasi Dosen Indonesia, maka semangat para dosen yang telah bergabung bersama ADI terus meningkat guna memberikan kontribusi nyata bagi daerah, terutama dalam aspek mencerdaskan anak bangsa.
“Keberadaan ADI sebenarnya sudah sejak 2016 awal di Bekasi, namun baru sekarang dikukuhkan dan dilantik. Semangat kita adalah untuk menjadi jembatan bagi para dosen untuk meningkatkan kesejahteraannya seperti dalam hal memperjuangkan sertifikasi dosen,” ujar Sri.

Dijelaskan Sri, bahwa para pengelola perguruan tinggi di Indonesia belum mampu memaksimalkan dana abadi yang bersumber dari perusahaan-perusahaan swasta sehingga berimplikasi terhadap laju perkembangan kampus.
Melalui seminar nasional yang bertemakan Perspektif Pengelolaan Dana Abadi Perguruan Tinggi, ADI Bekasi berusaha menjadi jembatan bagi para pemilik maupun pelaku di perguruan tinggi untuk menyerap dana tersebut.
“Kampus di luar Negeri keren dan oke, karena memanfaatkan dana abadi.

Sementara di Indonesia kebanyakan belum mengetahui hal tersebut. Hari ini kami coba membuka wawasan para peserta seminar yang kebetulan adalah pemilik perguruan tinggi untuk mengetahui dana tersebut dan memanfaatkannya,” pungkasnya. (Adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here