Akibat Isi Bensin Pakai Jerigen, Mesin SPBU di Sukatani Hangus Terbakar 

0
262
Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beralamat di Jalan Raya Sukatani, Desa Karang Sentosa, Kecamatan Karang Bahagia, hangus terbakar, Senin (8/5) pukul 05:30 WIB. (Foto: AD/garudanews)

KABUPATEN BEKASI (Garudanews.id) –  Sebuah mesin Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beralamat di Jalan Raya Sukatani, Desa Karang Sentosa, Kecamatan Karang Bahagia, hangus terbakar, Senin (8/5) pukul 05:30 WIB, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun seorang bocah bernama Rendy (13) mengalami luka bakar di bagian tubuh.

“Besaran luka bakarnya kurang lebih 10 persen. Korban mengalami luka di bagian paha kanan dan kiri, serta punggungnya,” ujar Kapolres Metro Bekasi, Kombes Asep Adisaputra.

Lebih lanjut dikatakannya, kebakaran itu dipicu oleh kelalaian Rendy dan operator SPBU berinisial AA. Karena pada saat Rendy mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium menggunakan jerigen, mesin sepeda motor yang dinaiki Rendy seorang diri dalam keadaan hidup.
“Sesuai peraturan, tidak diperbolehkan mengisi BBM menggunakan jerigen dan mesin kendaraan dalam keadaan hidup,” jelas Asep.

Saat mengisi BBM, lanjut Asep, tiba-tiba bensin menetes ke tangan Rendy. Seketika, lidah api muncul lalu menyambar Rendy dan AA serta mesin SPBU. Asep menduga, lidah api itu muncul dari busi (pencetus api untuk meletupkan gas, red) sepeda motor korban hingga menyeruak di lokasi kejadian. Saat api mulai membesar, Rendy dan AA langsung menyelamatkan diri. Warga setempat lalu berupaya membantu petugas untuk memadamkan api menggunakan alat seadanya dan alat pemadam api ringan (APAR). Api akhirnya berhasil dikuasai 30 menit kemudian saat petgas mengerahkan dua unit alat pemadam kebakaran. “Hanya Rendy yang mengalami luka bakar, sedangkan operatornya berinisial AA tidak luka. Saat ini AA sedang diperiksa penyidik. Kondisi korban tersadar dan telah mendapat perawatan di rumah sakit terdekat,” ungkap Asep.

Meski dianggap lalai, namun polisi belum menetapkan AA sebagai tersangka. Alasannya, polisi masih menggali keterangan dan alasan keduanya mengisi bensin menggunakan jerigen.
“Status operator masih sebagai saksi karena harus diperiksa dulu,” katanya.

Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito menambahkan, pihaknya telah meminta petugas Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk mengidentifikasi lokasi kejadian. Rizal memastikan, kobaran api itu tidak merembet ke mesin yang lain dan penampungan BBM di SPBU yang bisa mengakibatkan ledakan di lokasi kejadian.
“Hanya satu mesin saja yang terbakar, mesin yang lain tidak karena petugas langsung melakukan penanganan dengan memadamkan api,” kata Rizal.

Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya operator SPBU agar tidak melayani konsumen yang mengisi BBM menggunakan jerigen atau drum. Selain itu, saat mengisi BBM ke kendaraan konsumen, sebaiknya mesin dalam keadaan mati. Sebab bila dibiarkan sangat berbahaya dan bisa terulang insiden serupa,” tutup Rizal. (AD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here