Sistem Pengolahan Limbah Kota Bekasi Jadi Perhatian Dunia

0
420
Asian Development Bank (Foto: Ist)

KOTA BEKASI (Garudanews.id) – Pemerintah Kota Bekasi merupakan salah satu dari tiga dari kota yang berhasil mendapatkan program Sewerage System Development Project (SSDP) dalam Pengolahan Air Limbah (PAL)

Dimana, SSDP tersebut kedepannya menyiapkan feasibility study khusus untuk implementasi pembangunan sanitasi air limbah domistik sekalla kota.

“Seluruh Kota Bekasi itu,  diharapkan dari tim SSDP nanti mengcover seluruh kebutuhan pengolahan air limbahnya. Karena, Kota Bekasi ini telah memenuhi regulasinya,” ujar Muhaammad Nur Hasan, dari public awareneess expert, SSDP, saat memberikan paparannya di hadapan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, hasil penilaian yang dilakukan oleh timnya selama ini, Kota Bekasi merupakan salah satu kota yang terbaik di Indonesia dalam pengelolaan sanitasi.

Namun demikian, kata dia, untuk mendukung semua itu, diperlukan lahan yang diperkirakan membutuhkan 10 hektar.

“Meski itu sangat sulit, akan tetapi kami yakin dengan komitmen Walikota Rahmat Effendi program tersebut akan segera terwujud,” kata Nur Hasan.

Lanjut dia, Kota Bekasi menjadi perhatian dunia, khususnya dalam PALD serta sanitasi milik masyarakat, karena ADB telah menyiapkan dana untuk diberikan Kota Bekasi.

Dijelaskan, untuk pengelolaan limbah dan sanitasi ADB menyiapkan dana sebesar Rp5,2 triliun yang akan dibagi tiga daerah. Masing-masing, Kota Bekasi, Banda Aceh dan Mataram.

Peluang Kota Bekasi sangat besar, karena jumlah penduduknya yang mencapai sekitar 3,7 juta jiwa. Sementara jumlah penduduk Banda Aceh hanya sekitar 300.000 jiwa dan Mataram sekitar 400.000 jiwa, jadi peluang Kota Bekasi mendapatkan bantuan tersebut sangat besar sekali.

Dan yang paling penting hari ini Bapak Walikota Bekasi, Rahmat Effendi telah membuat keputusan besar telah menyatakan komitmennya dengan program System Development Project (SSDP) dalam hal regulasi organisasi.

Ditempat yang sama konsultan lainnya Wolfgang B Clauss mengatakan, bantuan dari Asian Development Bank (ADB) untuk pengelolaan air limbah domestik dan pembangunan sanitasi yang ada akan dapat dikelola lebih baik, saptic tank milik warga yang dapat mencemari lingkungan dan air tanah bisa dicegah.

“Dalam pengelolaan air limbah ini menggunakan jaringan perpipaan, luas dan jangkauan jaringan masih dalam kajian,” jelas Clauss. (Adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here