Bank BNI Bantah Persulit Pencairan Dana Desa

0
311
Kepala Cabang Bank BNI Rote, Indra Hayudi

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Lagi-Lagi para Kepala Desa di kabupaten Rote Ndao pulang dengan tangan hampa, tanpa membawa uang hasil pencairan Dana Desa (DD), setelah sebelumnya melakukan negosiasi dengan pihak Bank BNI, agar pencairannya segera di laksanakan.

Entah apa penyebabnya sehingga para Kades tersebut sulit mendapatkan pencairan DD. Bahkan salah satu Kades menuding Bank plat merah tersebut kurang mendukung upaya pemerintahan dalam menyukseskan pembangunan desa.

Akibat lambannya pencairan dana desa tersebut, menimbulkan persepsi negativ pada publik. Khususnya bagi masyarakat yang mengharapkan pembangunan di kampungnya dapat terealisasi.

“Apakah lambannya pencairan dana desa itu karena ada ‘main mata’ antara pihak Pemkab dengan perbankan untuk mendapatkan bunga,”sebut Kepala Desa yang enggan disebut identitasnya, Rabu, (21/12).

 

Salah satu Kepala Desa mengatakan, ada sebanyak 82 Desa di bawah naungan dinas BPMPD Kabupaten Rote Ndao, yang seharusnya sudah mencairkan dana desa tersebut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi garudanews.id, Kepala Cabang Bank BNI Rote, Indra Hayudi mengungkapkan kalau SP2D yang di bawa oleh para kepala desa perlu di konfirmasih pihak desa dengan pihak Bank BNI lagi.

Pihaknya juga mengimbau kepada para Kepala Desa yang sudah membawa SP2D agar melakukan konfirmasi kembali ke pihak Bank, agar dana yang di minta oleh para kepala desa, dapat disiapkan oleh pihak Bank.

“Contohnya jika hari ini dari pihak Bank melayani 35 kepala desa, bukan semua Kepala Desa juga, pihak bank menyiapkan uang berdasarkan kepala desa yang sudah konfirmasi ke kita pihak bank, karena kita tidak bisa membayar semua,”ujar Indra.

Karena, kata dia, dalam mendatangkan uang juga itu,pihaknya juga harus membayar asuransinya juga.

“Maka pada dasarnya kita bukan tidak bisa bayar semua, akan tetapi pencairan itu berdasarkan konfirmasi desa dulu, dan untuk pencairan dana desa tahap II ini sudah 50 persen, dan pencairannya mulai dari hari ini sampai dengan tanggal 29-12-2017,” tandasnya.

Dirinya juga berharap agar uang tersebut jangan di ambil semua, Meskipun diambil juga yang di perlukan saja.

Pihaknya pun membantah pernyataan yang di lontarkan oleh beberapa Kepala Desa yang menyatakan bahwa pihak Bank mempersulit pencairan.  Karena uang yang disiapkan itu harus sesuai permintaan para kepala desa.

“Contohnya dari kita pihak Bank BNI menyiapkan uang sebanyak 10 miliar dan ternyata yang ambil cuman 5 miliar  yang pastinya kami rugi karen ambil uang yang banyak pasti juga kami mengeluarkan biayan asuransi juga,” ujar dia.

Selain itu lanjut dia, biaya pengamanan lagi jadi ambil  pengambilan uang yang banyak ini tidak mudah, karena dari pihak Bank BNI proses pengambilan uang harus melalui  bank Indonesi (BI),” pungkasnya. (Dance H )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here