Bantuan Jaring Apung Tidak Tepat Sasaran, Pihak Penegak Hukum Diminta Lakukan Pengawasan

0
265
Jaring apung yang kondisinya tidak terawat.

ROTE NDAO (Garudanews.id) –  Bantuan keramba jaring apung untuk pengembangan budidaya ikan kerapu di Kecamatan Pantai Baru dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, dinilai tidak tepat sasaran.

Hal tersebut terungkap penerima bantuan pengadaan keramba apung di Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao, NTT tahun anggaran 2015 senilai Rp7,5 miliar tidak menyentuh langsung kepada tangan penerima (Kelompok)

Dimana, puluhan nama yang tertulis di dalam proposal yang sudah diajukan kepada Kementerian Desa PDTT melalui Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao, mengaku tidak mendapat kucuran dana 7,5 miliar tersebut. Anehnya, ketika anggaran tersebut di cairkan, data yang sudah tertera pada proposal itu menjadi berubah total. Sejumlah anak sekolah yang masih status bersekolah namanya pun tercantum dalam proposal tersebut.

“Kami menduga bantuan yang digelontorkan dari Kementerian Desa PDTT yang menghabiskan anggaran Rp 7,5 miliar itu berupa keramba jaring apung dan dana pemiliharaan itu, tersendat di tangan oknum pengusaha sukses yabg terhandal di Kecamatan Pantai Baru,” ujar salah seorang nelayan yang meminta namanya tidak disebutkan, Sabtu (27/10).

Dia berharap bantuan keramba jaring apung itu untuk kelompok yang benar-benar nelayan, hal itu dilakukan guna merangsang dan mempercepat pengentasan daerah tertinggal seperti di Kecamatan Pantai Baru ini. Ia pun berharap agar penegak hukum dapat melakukan penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut.

Dijelaskan, ketika perlengkapan keramba jaring apung diturunkan tahun 2015 lalu, anggota kelompok yang hadir hanya beberapa orang saja di antaranya keluarga dari sang pengusaha terkaya ini. Sehingga ada anggota kelompok sempat mempertanyakan.

Dirinya meminta agar pejabat terkait dalam hal ini Kementerian Desa PDTT melakukan pengawasan langsung terkait dengan bantuan keramba jaring apung dengan total nilai bantuan Rp 7,5 miliar tahun anggaran 2015 tersebut.

Sementara, Kadis Perikanan dan Kelautan Rote Ndao, Yermias Kota ketika di konfirmasi memberikan penjelasan. Ia mengaku lagi sakit dan meminta agar menanyakan kepada sekretarisnya dan PPK-nya.

“Saya lagi sakit, lebih mendetail tanyakan di sekretaris saja,” ungkapnya.

Pantauan media ini di pantai, terlihat keramba di Dusun Deoen Desa Persiapan Ofalangga dan  sebagian keramba lagi sudah berada di darat di Dusun Batubelak Desa Tesabela Kecamatan Pantai Baru dalam kondisi rusak.  (Dance)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here