Begini Pernyataan Maruf Amin Terkait Larangan Kampanye di Pesantren

0
90
Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin. (Ist)

JAKARTA (Garudanews.id) –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengingatkan kepada pasangan capres-cawapres untuk tidak melakukan kampanye di tempat ibadah serta lembaga pendidikan. Menurut KPU, pesantren termasuk lembaga pendidikan.

Namun KPU RI menyatakan, definisi melakukan kampanye adalah menjabarkan visi dan misi serta ajakan memilih. Selama peserta pemilu tidak melakukan hal tersebut di tempat ibadah maupun lembaga pendidikan, maka dinilai tidak melanggar.

Sementara itu, cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin menegaskan, dirinya selama ini selalu datang ke pesantren untuk bersilaturahmi, bukan untuk berkampanye.

“Saya nggak pernah kampanye (di pesantren), saya untuk silaturahmi,” kata Ma’ruf seusai menghadiri penutupan Rapimnas Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) di Jakarta.

Selain Ma’ruf, cawapres pasangan Prabowo Subianto, Sandiaga Uno juga melakukan silaturahmi ke pesantren.

Ia bertekad tetap akan bersilaturahmi ke pesantren karena lembaga pendidikan tersebut merupakan dunianya. “Iya (akan ke pesantren lagi) itu kan dunia saya,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, pengamat komunikasi publik Adi Suparto meminta pasangan capres-cawapres tidak menggunakan tempat ibadah menjadi ajang kampanye politik jelang pemilihan presiden 2019 mendatang.

Hal itu dikatakannya menyusul dengan manuver cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin yang road show ke sejumlah pesantren guna menggalang dukungan dari para kiyai dan santri.

Kepada garudanews.id, Adi mengungkapkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah memberikan rambu-rambu, tentunya, kata Adi,  Maruf Amin tidak boleh menabraknya. Apapun dalihnya melakukan kampanye di lembaga pendidikan merupakan sebuah bentuk pelanggaran.

“Untuk itu, Bawaslu dan KPU harus tegas, jangan sampai lembaga pendidikan dijadikan ajang kampanye. Meski hal itu dengan dalih kegiatan keagamaan,” ujar Adi. (red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here