Biarkan Aksi Massa Demo ke Kantor Media, IPW Desak Kapolri Copot Kapolda Sumut

22

JAKARTA (Garudanews.id) – Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan jajaran Polda Sumut membiarkan aksi demo yang dilakukan massa pendukung salah satu capres ke kantor surat kabar Waspada di Medan, pada Selasa (18/9).

Ketua Presidiaum IPW Neta S Pane mengungkapkan aksi demo ke kantor media massa adalah sebuah teror dan persekusi yang tidak boleh dibiarkan jajaran kepolisian. Seharusnya Polda Sumut tidak mengijinkan aksi tersebut. Untuk itu IPW mendesak Kapolda Sumut segera dicopot Kapolri dari jabatannya karena membiarkan aksi demo ini.

Selain itu Polda Sumut harus menindak pelaku demo ke kantor media massa, sebab media massa, seperti Waspada, adalah pilar keempat demokrasi. Sangat disayangkan, jika massa yang mengaku sebagai pendukung salah satu capres itu tidak paham akan fungsi pers sebagi pilar keempat demokrasi ini.

“Aksi demo ke kantor Waspada tersebut adalah aksi salah kaprah yang bisa menimbulkan kebencian atau antipati terhadap massa tsb maupun terhadap Capres yang mereka dukung,” ujar mantan wartawan senior ini.

Seharusnya Polda Sumut, kata dia,  bertindak tegas membubarkan aksi massa serta tidak membiarkan aksi ini terjadi karena akan menjadi preseden buruk bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.

“Untuk itu Polda harus memanggil dan memproses hukum korlap aksi tersebut. Sebab tindakan mereka sudah melanggar UU Pers yang pelakunya bisa dipidana. Apalagi aksi demo itu disebut-sebut karena kecewa dimana sehari sebelumnya cawapres Sandiaga Uno datang mengunjungi kantor Waspada dan berdialog dengan creew surat kabar itu,” kata dia.

Menurutnya, aksi yang dilakukan orang orang yang mengaku sebagai pendukung Jokowi itu merupakan tindakan keblinger dan pelanggaran hukum yang tidak boleh ditolerir.

“ Tidak ada yang salah, Waspada menerima kunjungan Sandiaga Uno. Apalagi Sandiaga adalah salah satu cawapres yg sah yang dilindungi UU. Untuk itu Polda Sumut hrs segera menangkap korlap aksi tsb dan memprosesnya secara hukum,” pungkasnya. (Mhd)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.