Bila ada Imigran Menginap, Pemilik Villa di Puncak Bogor Wajib Lapor

0
151
Imigran asal Timur tengah yang menetap.di kawasan puncak Bogor, Jawa Barat. (foto: Ist)

BOGOR (Garudanews.id) – Bila ada imigran menginap di villa, hotel atau kost-kosan kawasan Puncak Bogor, diminta kepada pengelola atau pemiliknya segera melapor ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor.

“Kami terus bergerilya membangun jaringan di masyarakat, dengan memasang call imigrasi center dan stiker imbauan. Itulah bentuk pengawasan kami, terutama kawasan Puncak yang identik dengan lokasi berkumpulnya para pencari suaka,” jelas Kasie Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor, Arief H Satoto kepada garudanews.id, Senin (4/12).

Kata Toto, pelaporan itu mengacu kepada UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian. Dan setelah 10 titik didatangi, data terakhir jumlah imigran yang ada berjumlah 1.687 jiwa di Kabupaten Bogor.

“Dan hampir 90 persen berada di kawasan wisata Puncak yang tersebar di setiap desa, hanya Desa Jogjogan yang tidak dihuni imigran,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Desa Cibeureum, H Rakhmat Hamami menegaskan, sebagai upaya pengawasan, pihaknya sudah mendata dan meminta kepada pemilik villa, penginapan serta kontrakan untuk melaporkan setiap ada imigran yang tinggal di tempat mereka. Pelaporan sendiri bisa dilakukan melalui desa atau langsung ke Kantor Imigrasi Bogor.

“Wajib lapor WNA ini diatur UU, dan di pasal 72 ayat 1 dan 2 dijelaskan, jika pemilik penginapan dan kontrakan atau vila tidak memberikan keterangan atau tidak memberikan data orang asing yang menginap di rumah atau penginapan, akan dikenakan pidana dengan kurungan 3 bulan atau denda sebesar Rp25 juta,” katanya. (ded/klis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here