Bila Sekolah Terbukti Jual LKS Terancam Sanksi Penurunan Akreditasi

0
317

SUKABUMI (Garudanews.id) – Bila ada sekolah yang telah terbukti menjual buku lembar kerja siswa (LKS) diluar ketentuan bisa dijatuhi sanksi penurunan akreditasi sekolah. Pihak komite sekolah berwenang menyeleksi mana saja bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

“Kalau LKS itu, kontennya sama dengan buku dari pemerintah jadi tidak perlu ada LKS lagi. Dan komite sekolah berwenang tidak menyetujui jual beli LKS itu,”tegas Inspektur Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Daryanto kepada garudanews.id saat dihubungi via pesan singkatnya, Rabu (30/8).

Daryanto menjelaskan, selain komite sekolah, pengawas sekolah juga berwenang untuk menganulir beberapa kebijakan kepala sekolah yang dianggap memberatkan siswa, termasuk penjualan LKS.
Menurut dia, sekolah yang melanggar Permendikbud atau aturan lain dari pusat terancam dijatuhi beragam sanksi.

“Kalau ada indikasi korupsi bisa terkena pidana dan bila melanggar aturan terancam uang BOS untuk sekolah bersangkutan akan dihentikan,”ancam Daryanto.

Sementara praktek jual beli LKS masih terjadi di beberapa sekolah, salah satunya di SMAN 4 Kota Sukabumi yang menjual buku LKS mencapai Rp 220 ribu per paket.
Sementara salah satu orangtua siswa di SMAN 4 Kota Sukabumi, Kartini (44) mengaku keberatan dengan adanya praktek jual beli LKS di sekolah anaknya yang mencapai ratusan ribu.
“Buku LKS yang dijual dengan harga Rp 220 ribu per paket sangat memberatkan. Karena anak saya 4 sekolah semua dan semua membutuhkan biaya,” tuturnya.

Salah satu siswa yang tidak mau menyebutkan jatidirinya mengakui, bahwa dirinya dipaksa oleh guru mata pelajaran untuk membeli buku LKS ke koperasi.
“Malah saya dibilangin sama guru itu “kamu tidak mampu bukan ?,” akunya.

Kepala SMAN 4 Kota Sukabumi, Asep Sukamta saat dikomfirmasi berkelit bahwa sekolahnya tidak menjual LKS.

“Oh pihak sekolah tidak menjual LKS tapi yang menjual koperasi. Dan itu pun tidak memaksa,”kata Asep sambil menghindar dari kejaran awak media.
(Tim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here