BPN Harus Bertanggung Jawab Atas Ulah Anak Buahnya

0
276
Ilustrasi

KAB. BEKASI, (Garudanews.id) –  Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupten Bekasi Deni Susanto, dituntut agar bertanggung jawab atas tindakan anah buahnya. Hal tersebut di utarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Daerah (LP3D) Bekasi. Hal tersebut dikarenakan ulah anak buahnya yang terciduk operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli.

“Kami dari LP3D mendesak Kepala BPN harus mundur, karena dianggap tidak mampu melakukan pembinaan terhadap pegawainya serta beban moral kepada masyarakat Kabupaten Bekasi,” ujar Dewan Pembina LP3D, Jonly Nahampun saat diwawancarai.

Jonly mengungkapkan bahwa LP3D juga akan menggelar aksi unjuk rasa bersama mahasiswa dan masyarakat ke BPN kabupaten Bekasi. Mereka akan menuntut agar Kepala BPN mundur dari jabatannya dan oknum pegawainya yang kini sudah dijadikan tersangka agar dipecat.

“Desakan ini agar BPN Kabupaten Bekasi bersih dari unsur Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Karena buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, perumpaan ini bisa kita artikan masing-masing. Karena hal tersebut (dugaan pungli, red), selama ini diduga telah dilakukan dengan berulang kali. Ya, mungkin nasib sialnya baru tertangkap oleh Tim Saber Pungli,” kata Jonly.

Ia juga sangat prihatin dengan kejadian pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum BPN, dengan memeras masyarakat agar memuluskan suatu permohonan. Padahal pemerintahan Joko Widodo sudah berulang kali menyatakan korupsi itu sebagai perbuatan kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime).

“Artinya tersangka tersebut tidak mengindahkan program pemberantasan tindak pidana korupsi. Untuk itu tidak ada alasan lagi, untuk tidak dipecat,” tegas Jonly.

Namun, tersangka oknum pegawai BPN yang sudah dijadikan tersangka tersebut mendapatkan penangguhan penahanan oleh Penyidik Polres Metro Bekasi Kabupaten.

Namun hal tersebut sangat disayangkan jika penangguhan penahanan itu diduga ada indikasi untuk meringankan hukum dari kenyataan proses hukum, bahkan hukuman tersangka.

“Seharusnya biar ada efek jera pelaku harus ditahan, karena alat bukti sudah memenuhi unsur,” ujar Jonly.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polisi dari Polresta Kabupaten Bekasi akhirnya menetapkan dua oknum pegawai BPN Kabupaten Bekasi sebagai tersangka. Kedua pegawai yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) itu yakni berinisial I dan H alias B, sebelumnya dikabarkan terjaring OTT Satgas Saber Pungli.

Kapolres Metro Bekasi Kabupaten, Kombespol Candra Kumara mengatakan, hasil dari gelar perkara sementara yang dilakukan penyidik, keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Yang menjadi barang bukti ada beberapa buku sertifikat, uang tunai dan rekaman CCTV,” kata Kapolres. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here