BUMN Farmasi Diminta Sediakan Harga Obat Terjangkau

0
65
Obat obatan (ist)

JAKARTA (Garudanews.id) – Anggota Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto mendorong BUMN farmasi mengutamakan agar harga obat-obatan lebih terjangkau oleh masyarakat, juga dengan obat-obatan over the counter (obat tanpa resep) yang saat ini harganya sudah mulai kompetitif. PT. Phapros, sebagai anak perusahaan BUMN PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), mempunyai produk- produk unggulan yang salah satunya cukup mendominasi di industri farmasi.

“Ini harus dipertahankan, dikarenakan kompetisi di industri Farmasi akan semakin terus meningkat dan PT. Phapros harus selalu melakukan inovasi, kreatif baik dari development produknya juga dari sektor pemasarannya,” kata Adi, sapaan akrabnya, di sela-sela pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI dengan Direksi PT. RNI dan PT Phapros, di Semarang, Jawa Tengah, kemarin.

Legislator PDI-Perjuangan itu menilai, kinerja PT. Phapros pun sudah memberikan dampak positif kepada masyarakat. Dalam pertemuan itu, Tim Kunspek Komisi VI DPR RI mendapatkan infromasi, bahwa sekitar 96 persen bahan baku obat masih impor serta rentan terhadap fluktuasi nilai dolar Amerika Serikat. Hal ini berimbas pada kenaikan harga pokok produksi farmasi.

Masih pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. Phapros Barokah Sri Utami membanggakan produk unggulannya yaitu AntimoAntimo fokus pada brand development dan inovasi. Kami ingin menjadi umbrella brand untuk produk-produk yang terkait dengan perjalanan. Selain itu kami juga ingin tampil kekinian, hal ini digunakan untuk mendekatkan produk kepada konsumen,” pungkasnya. (Mhd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here