Cabor Renang Sumbang Medali Terbanyak di Laga ASG

0
562
Kontingen Indonesia usai berlaga di Asean Schools Games (ASG) 2017, di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat, (21/07).

JAKARTA, (Garudanews.id) – Pencapaian  gemilang  kontingen Indonesia di Asean Schools Games 2017.  Dimna  berhasil  meraih 25 emas 33 perak 32 perunggu, posisi dua Asia Tenggara yang ditargetkan tercapai.

Renang menjadi cabor penyumbang medali emas terbanyak dengan 20 emas. Sekretaris Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Aris Sudibyo berharap para atlet bisa terus meningkatkan kemampuannya.

“Kita patut berbangga hati dengan hasil ini. Kami akan melakukan evaluasi khususnya terkait pencapaian atlet-atlet dari SKO. Terutama dalam hal-hal yang kurang maksimal,” katanya, saat menyambut kedatangan Kontingen Indonesia usai berlaga di Asean Schools Games (ASG) 2017, di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat,  (21/07).

Evaluasi menyeluruh harus tetap dilakukan terutama dari jumlah medali masing-masing cabang olahraga serta peta kekuatan negara-negara Asia Tenggara yang mulai menyebar, tidak hanya tertumpu pada Thailand. Pembinaan masih perlu waktu yang panjang dan berkesinambungan agar atlet-atlet siap dan matang menuju jenjang serta even-even besar selanjutnya.

“Kami juga berharap, para atlet ini bisa mengisi posisi di Prima Pratama yang kosong. Selain itu, Kemenpora akan bekerja sama dengan teman-teman di Dikbud agar studi anak-anak tidak mengalami masalah,” katanya saat didampingi Kepala Pusat PPIKON, Edi S Nurinda dan Asdep Industri dan Promosi Olahraga, Suryati.

Lanjutnya, hal tersebut menjadi perhatian khusus dari Menpora Imam Nahrawi.

“Atlet akan terus kita bina dan tingkatkan. Dalam dua tahun ke depan, mereka harus menjadi tumpuan dalam even-even besar,” tambahnya

Di bagian lainnya, Plt Deputi Peningkatan Prestasi Yuni Poerwanti didampingi Asdep Bidang Pembibitan dan IPTEK Olahraga, Washinton dan Asdep Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan, Marheni Dyah Kusumawati, menyambut kedatangan Kontingen Indonesia yang mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

“Atas nama Kementerian Pemuda dan Olahraga, kami bangga dengan hasil yang diperoleh dan mengapresiasi sekali hasil yang sudah dicapai oleh Kontingen Indonesia. Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pelatih, atlet dan ofisial atas usaha terbaiknya dalam mensukseskan perjuangan tim kita dalam ASG 2017 ini, semoga hasil yang didapat tahun ini akan dapat kita tingkatkan ditahun depan dengan persiapan yang lebih matang,” katanya.

Lanjutnya, dengan perolehan medali emas, perak dan perunggu hingga mencapai 90 an medali walaupun emas yang diperoleh hanya 25 medali. Untuk diketahui atlet yang diturunkan di ASG 2017 bukanlah lapis pertama, andai kita memakai lapis pertama kemungkinan akan unggul. Tapi kapan kita memberikan kesempatan kepada mereka.

“Alhamdulilah, mereka sudah berjuang dan mendapatkan rengking dua. Ini sudah sangat luar biasa. Singapura sendiri menurunkan sekitar 200 atlet dan ternyata posisinya masih dibawa Indonesia,” tambahnya.

Yuni menambahkan, ke depan dipembinaan apapun untuk pembibitan ini akan kami kawal, agar atlet.

“Kita pada lapisan berikutnya bisa berjaya, pada ajang ASG berikutnya. Biasanya di setiap tim akan ada gradasi, begitu juga dengan Kontingen ASG  2017, bisa jadi akan ada gradasi karena berdasarkan evaluasi. Tapi setidaknya, harus bertambah karena atlet pelajar kita banyak,” tandasnya.

Sementara itu, CDM Indonesia, Pura Darmawan angkat bicara perihal peta perolehan masing-masing cabor sembari tetap mensyukuri bahwa secara menyeluruh target besar posisi kedua ASG tercapai.

Renang mendapatkan apresiasi tersendiri dan harus tetap dikawal pembinaan atlet selanjutnya. Untuk cabor beregu seperti voli dan basket, singkatnya waktu bergabung sesama tim menjadi kendala utama sehingga diperlukan waktu yang lebih lama dalam pemusatan latihan dan latih tanding, tidak cukup hanya satu pekan.

Bulu tangkis, karena ada prioritas harus mengikuti Kejuaraan Junior Asia dalam waktu dekat dan sekaligus akan dipakai sebagai kualifikasi Kejuaran Junior Dunia maka lapis pertama tidak dapat diturunkan. Melesetnya atletik yang jauh dari angka target menjadi evaluasi mendasar, konsentrasi hanya menganggap Thailand saingan terberat perlu dirubah.

Sekarang kekuatan Asia Tenggara hampir merata, di luar Myanmar, Laos, Brunei Darussalam, dan Kamboja, negara Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Philipina harus menjadi pantauan, sport intellegence harus bekerja maksimal.

“Kondisi baik renang dipertahankan, kali ini benar-benar menyelamatkan Indonesia. Untuk cabor beregu perlu waktu pemusatan latihan yang lebih lama. Jangan hanya tertumpu kepada Thailand, kekuatan Singapura, Malaysia, Vietnam, Philipina harus terus dipantau, itu yang menjadi catatan tersendiri melesetnya atletik. Poinnya sangat perlu pembinaan berkelanjutan, sentra-sentra olahraga, SKO dan PPLP diintensifkan,” tegas Kabid SKO pada Asdep Pembinaan Pengeloloaan Sentra SKO tersebut. (Lan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here