Cak Imin Sesumbar, Bila Tidak Berpasangan Dengan Dirinya Jokowi Bisa Kalah

0
260
Presiden Jokowi terlihat akrab dengan Muhaimin Iskandar saat menaiki KA Bandara, Selasa, (2/1).

JAKARTA (Garudanews.id) –  Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin  sesumbar bahwa Jokowi akan kalah pada Pilpres 2019 mendatang jika tidak menggandeng dirinya sebagai cawapres.

“Saya cuma bisa mengingatkan, kalau bukan saya (cawapresnya) dikhawatirkan (Jokowi) bisa kalah,” ujar Cak Imin di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (5/5).

Entah apa yang melatarbelakangi Cak Imin begitu meyakini bahwa bila Jokowi berpasangan dengan dirinya bisa memenagkan Pilpres 2019 mendatang.

Cak Imin pun seperti  percaya diri bahwa mantan gubernur DKI Jakarta itu akan memilih dirinya untuk bersanding pada pemilihan Presiden mendatang.

“Saya optimis Jokowi akan menggandeng saya dibandingkan  Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy atau Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato,” ujar Cak Imin dengan pede.

Wakil Ketua MPR itu juga mengklaim, berdasarkan hasil beberapa survei terakhir, elektabilitasnya terus meningkat.

“Alhamdulillah meningkat terus. Saya yakin masih ada waktu tiga bulan, pada akhirnya bisa menjadi alternatif (cawapres) kuat,” kata Cak Imin.

Sementara itu pengamat politik Agus Wahid menilai rasa optimis Cak Imin sah-sah saja dalam era keterbukaan publik seperti saat ini.  Namun harus difahami juga meski dia mengandalkan basis kekuatan nahdliyin akan tetapi terbukti perolehan suara PKB di DPR  tidak begitu signifikan.

“Artinya belum tentu suara nahdliyin akan mutlak mendukung Cak Imin,  karena calon lain seperti Romy juga mengklaim didukung kaum nahdliyin.  Begitu juga Airlangga Hartarto,  sebagai partai yang mendapatkan kursi terbanyak nomor dua,  tentu ingin ambil bagian untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019,” kata Agus kepada garudanews.id, Minggu,  (6/5).

Meski demikian,  kata Agus,  kedepan calon pendamping Jokowi harus dari kalangan agamis.  Jadi bukan sekedar “ban serep”  peran wapres sangat strategis dalam mengimbangi kepemimpinan Jokowi.

“Hal itu sebagai bentuk memenuhi aspirasi masyarakat indonesia yang mayoritas islam,  jadi tidak ada kesan kecemburuan.  Seperti saat ini peran JK dinilai kurang maksimal dalam menjembatani isu kriminalisasi ulama,” pungkasnya.   (mhd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here