CBA ‘Cium’ Kerugian Negara Dalam Proyek Meubeler Kemenristek Dikti

0
629
Ilustrasi

JAKARTA (Garudanews.id) –Center of Budjet Analysis (CBA), menemukan potensi kebocoran uang negara sebesar Rp631.604.336 dalam proyek pengadaan Meubeler untuk Gedung Civil Work New Building dan Pascasarjana di Kemenristek Dikti tahun 2016.

Terkait proyek ini, untuk kebutuhan pihak Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Kemenristek Dikti menyiapkan anggaran sebesar Rp10 Miliar.

Sebanyak 3.665 unit Meubelair akan dihadirkan di Gedung Civil Work New Building dan Pascasarjana, yang berlokasi di muka kampus A UNJ.

Adapun perusahaan yang beruntung menjalankan proyek miliaran tersebut adalah PT Bumi Waluya Nusa Persada, yang beralamat di Jalan Kebon Kacang Raya Flat 1/8 RT. 10/04 Kebon Kacang Tanah Abang Jakarta Pusat.

“Dalam proyek ini CBA mencium ada aroma yang tidak sedap terkait proses jalannya proyek tersebut,” ungkap Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman kepada garudanews.id, Senin, (27/3).

Dia menjelaskan, anggaran yang disepakati pihak Kemeristek Dikti sebagai panitia lelang dan PT Bumi Waluya Nusa Persada sebesar Rp8.428.624.864. Angka tersebut terlalu mahal jika mempertimbangkan tawaran dari perusahaan lainnya yang mengikuti proses lelang.

Sebenarnya selain PT Bumi Waluya Nusa Persada, lanjut dia, masih terdapat dua perusahaan dengan tawaran terendah, salah satunya adalah CV Purnama Gemilang (Green Furnish), perusahaan tersebut menawarkan harga senilai Rp7.797.020.528, namun sayang pihak Dikti memilih PT Bumi Waluya Nusa Persada yang menjalankan proyek.

“Akibat hal tersebut sejak proses lelang sudah ditemukan potensi kebocoran uang negara sebesar Rp631.604.336,” bebernya.

Pihaknya tegas Jajang, sangat menyayangkan adanya temuan diatas. “Bagaimana pihak dikti sebagai insan pendidikan, ternyata diduga masih banyak oknum yang doyan main proyek-proyekan dan berujung kepada kerugian negara,” tandasnya.  (Hap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here