Diancam Diberi Sanksi Oleh Ketum Golkar Tidak Membuat GMPG Ciut Nyali

0
457
Koordinator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia. (Ist)

JAKARTA (Garudanews.id) – Surat peringatan dan ancaman dari Ketua Umum Golkar kepada Ahmad Doli Kurnia tak membuat politikus muda partai beringin itu ciut nyali. Doli yang kini menjadi koordinator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) pun terus bermanuver untuk menggoyang kepemimpinan Novanto.

Senin (28/8) sore, Doli dan pegiat GMPG lainnya sowan ke Presiden Ketiga RI BJ Habibie yang juga ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar. Selepas pertemuan sekitar dua jam, GMPG mengaku membawa pesan penting dari Habibie.

Anggota GMPG Mirwan BZ Vauly mengungkapkan, Habibie telah mengultimatuk Novanto agar segera melakukan konsolidasi internal. “Beliau memberikan ultimatum itu kepada Setnov (panggilan akrab Novanto, red), konsolidasi untuk perbaikan partai,” kata Mirwan usai bertemu Habibie.

Menurut Mirwan, pesan terpenting dari Habibie adalah perbaikan Golkar. Karena itu, tokoh yang dikenal kampiun dalam ilmu pesawat terbang itu juga memberikan dukungan atas gerakan GMPG sepanjang tujuannya demi perbaikan partai.

“Beliau meminta kami untuk bersabar,” kata Mirwan.

Sedangkan Doli mengatakan, Habibie selaku ketua Dewan Kehormatan tahu persis bahwa saat ini elektabilitas partai yang selalu menjadi jawara dalam pemilu di era Orde Baru itu terus tergerus. Doli menambahkan, Habibie menginginkan adanya pembaruan di internal Golkar.

“Kami anak-anak muda diminta belajar dari kesalahan pendahulu,” ujarnya.

Lebih lanjut Doli menyebut GMPG sudah lama menunggu momentum untuk bertemu Habibie. Karena itu, sekitar tiga pekan lalu GMPG menyurati Habibie.

“Dengan kami diterima dengan baik hari ini. Itu merupakan kebanggaan buat kami dan semangat baru,” ujarnya. Demikian jpnn memberitakan.

Doli juga menyinggung bahwa dirinya baru saja mendapat surat peringatan dari DPP Partai Golkar. Dalam surat itu, Doli merasa aneh bahwa dirinya disebut membangkang terhadap keputusan pleno Partai Golkar.

Padahal, kata dia, dirinya bersama GMPG justru melaksanakan keputusan Munaslub 2016. “Dalam munaslub diputuskan bahwa Partai Golkar harus jadi garda terdepan pemberantasan korupsi. Bahkan ada pakta integritas. Saya justru mempertanyakan komitmen DPP,” ujarnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here