Dibritakan Media Proyek Asal Jadi, Kades Klarifikasi Berita di Facebook

0
233
Ilustrasi

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Kepala Desa Lida Besi Kemsi Li’an menanggapi pemberitaan pembangunan jalan desa di Desa Lida Besi Kecamatan Rote Tengah Kabupaten Rote Ndao, yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah dari Dana Desa (DD).

Dimana,  pengerjaan proyek tersebut dilaksanakan pada  bulan Juli 2018.  Namun baru beberapa pekan dikerjakan,  tampak keretakan disejumlah titik. Warga pun akhirnya mengeluhkan adanya proyek yang dinilai dikerjakan asal-asalan.

Melelui akun facebook nya, Kades Lida Besi, Kemsi Li’an mengklarifikasi terkait pembangunan jalan desa.

Namun sayangnya, klarifikasi itu tidak langsung disampaikan kepada wartawan garudanews.id yang sebelumnya telah memberitakan kasus tersebut.

Demikian isi klarifikasi Kades yang disampaikan melalui akun facebook:

“Saudara Dance Henukh !!!
Terkait dg pekerjaan Rabat Beton Dsn Baubafan,Desa Lidabesi perlu saya jelaskn sbb.

Bhw pekerjaan Rabat beton tersbut sepanjang 350 Meter itu adlh usulan dari masyarakt dusun Baubafan. Terkait anggarn pd rabat tsb”.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan jalan desa di Desa Lida Besi Kecamatan Rote Tengah Kabupaten Rote Ndao, yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah dari Dana Desa (DD) yang dilaksanakan pada  bulan Juli 2018,  ini menuai banyak keluahan dari warga setempat, dan sejumlah pekerja yang megerjakan proyek swakelola tersebut.

Terpantau Jalan rabat beton yang berlokasi di Dusun 03 Baubafan RT 03 RW 05  itu diduga dikerjakan asal jadi oleh pemerintah desa untuk mencari keuntungan pribadi.

Bahkan pantauan dilapangan terlihat jelas jalan tersebut tidak menggunakan besi behel atau harmonika sehingga hampir keseluruhan proyek jalan tersebut  begitu mudah retak-retak atau pecah.

Tak hanya itu, tebal jalan pun juga tampak tidak seperti perencanaan pekerjaan yang ada.  Bahkan, ketebalan jalan pun benar-benar tipis tidak sesuai dengan gambar yang ada.  Ketebalan yang ada hanya sekitar 2 centi meter.

“Baru beberapa hari dibangun, hampir keseluruhan jalan tersebut sudah tampak retak-retak dan hancur serta tidak datar dan miring-miring membuat warga yang melintas di jalan merasa tidak nyaman,” ujar Mes Sinla’e, salah satu warga sekitar proyek, saat ditanya wartawan,  Minggu,  (22/7).

Menurutnya,  jalan tersebut menggunakan Dana Desa yang diatur oleh Kades setempat.

“Ini akibat dari Kadesnya yang hanya membuat keputusan sendiri, tanpa melibatkan masyarakat. Memang jalan ini dibangun sekitar bulan ini, namun belum beberapa hari  jalan sudah mulai tampak retak dan pecah-pecah,” keluhnya.

Sementara itu, Kades Lida Besi, Kemsi Li’an,  saat dikonfirmasi  mengatakan bahwa jika keadaan jalan yang dibangun ini tidak retak-retak dan sudah sesuia dengan rencana anggaran perencanaan (RAP) .

“Perlu diketahui,  bahwa perencanaan pembangunan jalan ini lansung dari Presiden Joko Widodo,” Sebut Kades, baru-baru ini.

Terkait dengan adanya keretakan pada jalan di sejumlah titik,  ia menganggap hal itu wajar.

“Jalan di kota saja bisa pecah-pecah apalagi jalan di desa,” ujar Kades berkilah.

Ketika ditanya berapa anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan jalan tersebut, Kemsi Li’an, tidak mau menjelaskan sebesaran dana desa  yang digunakan untuk pekerjaan jalan rabat beton dengan panjang jalan 350 meter itu.

Namun ia mengklaim kalau pengerjaannya bagus.  Sayangnya,  besaran anggaran yang digelontorkan untuk membangun jalan tersebut ia enggan untuk merincinya.

“Pengerjaan jalan itu kan masyarakat sendiri yang mengerjakan, jadi biasalah namanya masyarakat yang kerja, maka seperti itu,” cetusnya.

Ia juga mengklaim bahwa pengerjaannya telah sesuai dengan RAP yang  yang diterima dari Presiden. (Dance)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here