Diklaim Secara Sepihak oleh PT MSM, Ratusan Warga Demo dan Duduki Lahan

0
7385
Masyarakat Sumba Timur saat demo menduduki lahan.

SUMBA TIMUR (Garudanews.id) – Masyarakat adat Umalulu di Desa Umalulu Kecamatan Umalulu Kabupaten Sumba Timur beramai-ramai menduduki lahan mereka yang telah di klaim secara sepihak oleh PT MSM yang bergerak dibidang perkebunan tebu.

Disinyalir, lahan milik masyarakat tersebut telah diberikan secara sepihak oleh oknum-oknum di dua Desa, yaitu  Desa Umalulu dan Desa Watu Hadang dan juga oknum-oknum lain yang diduga terlibat di dalamnya.

Masyarakat adat Umalul, yang dipertegas oleh tokoh masyarakat adat Paraing Umalulu Tomy Umbu Pura (Umbu Tomy) dan bertindak selaku Korlap pada aksi berharap agar pemerintah daerah dan DPRD Sumba Timur dapat hadir untuk mendengarkan aspirasinya.

Namun, hingga 2 hari aksi ini dilaksanakan tidak ada satupun dari perwakilan-perwakilan dimaksud ada yang datang untuk menemui masyarakat. Setelah aksi ini dilaksanakan 2 hari lamanya dan akhirnya pemerintah dan DPRD Sumba Timur menyampaikan informasi lewat Kapolres Sumba Timur agar masyarakat menemui Pemda dan DPRD di Kabupaten.

Akan tetapi sikap masyarakat tetap menuntut agar DPRD dan Pemda Sumba Timur dapat hadir di lokasi yang di duduki agar mereka dapat dengan jelas mengetahui duduk persoalan yang terjadi di lapangan.

“Kami akan tetap menuntut lahan dikembalikan ke masyarakat, hingga dimanfaatkan untuk kepentingan umum atau dengan kata lain lahan tersebut akan digarap bersama dan bukan dikuasai hanya untuk kepentingan pribadi atau golongan saja,” Windy Hiya (Umbu Ndeha) saat melakukan orasi Rabu, (4/7).

Keputusan terakhir antara masyarakat, Pemda, DPRD serta PT. MSM akan bertemu kembali dirumah wakil rakyat pada tanggal 9 Juli 2018. Masyarakat akan menunggu undangan resmi dari pihak-pihak terkait.

Masih menurut Umbu Ndeha, seorang intelektual desa ini, hampir seluruh lahan yg dikuasai PT. MSM adalah bersengketa atau bermasalah dengan masyarakat adat.

“Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mengeluarkan Ijin Lokasi sebanyak 52 ribu hektar, dan lahan yg mendapat Ijin Pemanfaatan Ruang ( IPR ) sebanyak 19 ribu hektarm,” pungkasnya. (vdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here