Diprediksi Akan Muncul 5 Pasang Cabub Kabupaten Bogor

0
516
Foto: Istimewa

Kabupaten Bogor – Lima hari jelang penutupan pendaftaran Pilkada serentak, Peta koalisi partai politik di Kabupaten masih belum bulat.

Baru ada satu pasangan yang sudah mendeklarasikan . yaitu Ade Munawaroh dari PPP yang berpasangan dengan Iwan Setiawan dari Partai Gerindra.

Sementara partai-partai lain masih saling PDKT dan wait n see, meski beberapa diantaranya sudah mendeklare Cabub-nya seperti Ade Ruhendi yang diusung Partai Golkar dan Ingrid Maria Palupi Kansil diusung Partai Demokrat.

Partai-partai lain seperti PDIP, PKS, Hanura, PAN dan Nasdem belum mengeluarkan jagonya maupun menyatakan akan koalisi dengan siapa.

Jika kita baca gestur politik lokal di Kabupaten Bogor, maka gelagatanya akan muncul 3 pasangan yang akan diusung partai koalisi sementara 2 pasangan lagi dari Independen yaitu Ade Wardhana-Asep Ruhiyat dan Gunawan Hasan-Fikri Rhoma.

Lalu 2 pasangan lain itu siapakah atau partai apakah yang akan berkoalisi menyusul PPP/Gerindra/PKB?.

Partai Pengusung induk yang akan muncul adalah PPP, Golkar dan PDIP. 6 partai lainnya di prediksi akan merapat ke ketiga partai tersebut.

Jika PPP sudah berkoalisi dengan Gerindra Dan PKB, kemungkinan besar partai lain yang akan ikut bergabung adalah PKS.

Sementara Partai Golkar, hari-hari terakhir sudah ada kedekatan dengan PAN, Kemungkinan besar akan bergabung di dalamnya Partai Demokrat.

Terakhir PDIP hingga hari ini belum menentukan Cabubnya, begitu pula dengan Partai Hanura dan Partai Nasdem. Kemungkinan besar ketiga partai ini akan berkoalisi membangun poros baru.

Beberapa nama dari Internal PDIP selama ini yang masuk penjaringan adalah Alek Purnama Johan, Bayu Syahjohan, Egi Wibawa Gunadi dan Dodi Achdi Suhada.

Belum diketahui siapa yang akan di rekomendasikan PDIP untuk maju di Pilbub Bogor, namun secara popularitas nama Dodi lebih dikenal dengan intens nya membela PKL Puncak dan Penambang Rakyat Bogor Barat.

Apabila PDIP memberikan recom kepada Dodi, maka tinggal di pikirkan wakil yang bisa menambang suara di partai maupun masa di wilayah Selatan dan Barat.

Jika PDIP berkoalisi dengan Hanura, tidak menutup kemungkinan Partai Hanura akan menyodorkan nama Fitri Putra Nugraha Macan Efendi atau Nungki.

Nungki mempunyai basis suara di partai Golkar , hal ini lah yang akan bisa memecah suara Partai Golkar.

Partai Nasdem diperkirakan akan masuk pada gerbong ini. Dalam koalisi ini bisa pula Nungki diusung sebagai Cabub sedang Dodi sebagai wakil.

Jika dilihat dari koalisi tersebut diatas, maka akan sinkron dengan koalisi di tingkat Pilgub Jabar. Karena tinggal PPP dan PKB yang masih menunggu ketok palu RK dalam menentukan wakilnya. Jika wakil RK dari PDIP, kemungkinan besar PKB dan PPP akan hengkang dan akan bergabung dengan koalisi Partai Gerindra dan PKS.

Lalu bagaimana kekuatan dan sebaran suara jika koalisi partai tersebut terjadi?

Untuk Cabub Independen diperkirakan hanya akan mewarnai saja atau sebagai pemanis. Soliditas masing- masing partai akan utuh kecuali Partai Golkar. Karena di internal Partai Golkar akan terpecah oleh suara Ade Jaro dan Nungki.

Lalu jika di lihat pada peta sebaran wilayah suara. Maka bisa di petakan sebagai berikut:
Ade Yasin akan kuat di wilayah Barat dan Selatan
Ade Jaro di Selatan
Iwan Setiawan diwilayah sebagian Selatan,
Nungki suara tersebar di wilayah Timur, Barat dan Selatan,
Dan Dodi akan kuat di wilayah Timur.

Lalu akankah prediksi koalisi dan nama-nama calon akan seperti tersebut diatas? Kita tunggu 5 hari kedepan.

Redaksi Garudanews (Sunyoto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here