Disaksikan Oleh Muspida, Kasus Akun FB Berbau Rasis Diselesaikan Dengan Cara Adat

0
406
Seekor sapi yang dipotong sebagai simbol diselesaikannya kasus FB yang baerbau sara itu diselesaikan dengan damai. (Foto: Dance/hnn)

ROTE NDAO, (Garudanews.id) – Buntut dari laporan seorang warga terkait dugaan kasus berbau rasis yang dilakukan oleh pemilik akun facebook “Alung Jovansky Rsn” akhirnya di selesaikan dengan jalan damai.

Pada Senin, (5/6)  pukul 16.00 WITA bertempat di rumah tua (rumah jabatan ) Bupati Rote Ndao, digelar seremonial adat yang dipimpin langsung Bupati Rote Ndao, Leonard Haning. Diawali dengan menyembeli seekor sapi, tangan orang nomor satu Rote ini diceupkan ke darah hewan dan bersalaman dengan beberapa tokoh agama dan pelaku sebagai symbol tanah dan leluhur menjadi saksi.

Sejumlah tokoh agama tengah mempersiapkan upacara adat yang disaksikan oleh Muspika Kabupaten Rote Ndao. (Foto: Dance/hnn)

Dalam acara seremonial itu, dilanjutkan dengan doa secara bergilir antara tokoh Muslim dan Kristen, kegiatan ini disaksikan Forkompinda dan para tokoh Muslim di Ibu Kota Ba’a.

Pantauan wartawan, pelaku pemilik FB “Alung Jovansky RRs” yang bernama asli Jayadi Rusadi membacakan permohonan maaf, didampingi ketua FKUB Kabupaten Rote Ndao, Pdt. Benyamin Zacharias dan kedua orantuanya.

Terlapor membacakan enam pernyataan yakni satu, terlapor mengakui perbuatannya dilakukan dalam keadaan sadar penuh dengan ujaran kebencian dan melanggan Bhineka Tunggal Ika, kedua, terlapor (pelaku) bersedia menyampaikan permohonan bersalah selama tiga hari berturut-turut di Facebook, media massa baik cetak dan eletronik selama tiga hari berturut-turut, serta dihadapan Maneleo Ina Huk, FKUB, Forkompinda dan sejumlah elemen terkait.

Ketiga, permohonan maaf dari terlapor merupakan bukti bahwa permasalahan dengan ujaran kebencian dilakukan oleh terlapor telah diselesaikan secara damai ditandai dengan sykuran.

Keempat, terlapor tidak akan lagi melakukan perbuatanya lagi sehingga mengakibatkan orang lain tergangu dalam kenyamanan.

Kelima, pelapor telah menerima pernyataan bersalah dan permohonan maaf dari terlapor.

Keenam, pelapor bersedia dan bersepakat mencabuk pengaduannya dan tidak menuntut secara hukum didepan pengadilan.

Pernyataan tersebut ditandatangani oleh Bupati Rote Ndao, Wakapolres Rote Ndao, Ketua Pengadilan Negeri Rote Ndao, Kejari Rote Ndao, Kasdim 1627 Rote Ndao serta terlapor dan pelapor.

Sementara itu, ketua FKUB Rote Ndao, Pdt. Benyamin Zacharias mengatakan  pihaknya secara lembaga dan organisasi dan pribadi memaafkan terlapor ujaran kebencian, dan berharap dengan digelar kegiatan adat ini,

“Hendaknya tidak ada lagi  hal yang sama, karena Rote memiliki Motto Ita Esa hendaknya pelihara apa yang sudah ada dengan sebaiknya, jangan lagi ada yang provokasi karena akan merugikan diri sendiri,” ujar Benyamin Zacharias.

Sekertaris Forum Komunikasi Tokoh Adat Peduli Budaya Rote Ndao Pdt. Dance Ndun memberikan apresiasi kepada Bupati yang mengedepankan budaya dalam setiap pengambilan keputusan.i

“Ini sebagai bukti siapapun dia yang berada di wilayah ini harus taat kepada aturan adat, karena aturan adat sama penting dengan hukum posetif, diharapkan ini menjadi pembelajaran, bukan saja pelaku,” ujarnya.

Wakapolres Rote Ndao, Komisaris Polisi Johanis Christian Tanauw berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga situasi dan kondisi di Pulau Rote kondusif hingga saat ini.

“Walau sudah diselesaikan secara adat, tetapi tergantung pada pelapor, sebelum mencabut laporan pihaknya akan terus memproses persoalan ini,” tegas Wakapolres.

Sebelumnya, Pada (12/5) beberapa pemuda dan masyarakat mendatangi Polsek Lobalain. Kedatangan warga tersebut untuk mempolisikan akun Facebook bernada rasis dan penuh kebencian oleh akun Facebook bernama “Alung Jovansky Rsn”.

Salah satu warga Ba’a, Onesimus Puling menyampaikan dirinya melaporkan pemilik akun “Alung Jovansky Rsn” karena dinilai telah menimbulkan keresahan dan sangat memprovokasi masyarakat serta mengganggu kenyamanan bersama. Oleh karena itu,Jumat (12/5) malam, dirinya bersama Jimi Oktovianus  melaporkan pemilik akun tersebut di Polsek Lobalain.

Menurutnya sebagai inisiator Gerakan 2017 Lilin untuk Ahok Ratusan Warga Rote Ndao Nyalakan 2017 Lilin Solidaritas Ahok )  yang digelar pada Rabu (10/5) malam di lapangan bola kaki Kota Ba’a, dirinya merasa dilecehkan sehingga membuat laporan polisi.

Terpantau, salah satu warga, Jemi sedang diambil keterangan oleh penyedik, dengan nomor laporan 22/Polsek Lobalain, pelapor atas nama Jemi Oktovianus sedangkan terlapor atas nama akun “Alung Jovansky Rsn”. Terlapor pemilik akun facebook tersebut saat ini sedang diamankan di Mapolsek Lobalain. (Dance/hnn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here