Dituding PKI, Pengidap Gangguan Jiwa Menjadi Korban Penganiayaan Di Bogor

0
417

Kabupaten Bogor ( Garudanews.id ) – Pasca terjadinya kekerasan dan pelecehan terhadap salah satu masyarakat yang dianggap sebagai penganut ideologi terlarang yang terjadi di Kampung Deyeuh, Wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada hari Sabtu tanggal 10 Februari 2018 sekira jam 04.05 WIB.

Kapolres Bogor bersama Dandim 0621 dan Ketua MUI Kabupaten Bogor melakukan klarifikasi terkait kejadian tersebut.

Dalam keterangannya Kapolres Bogor, AKBP Andi Moch Dicky P.G., S.Sos., SIK., M.H. mengatakan pada tanggal 10 Februari 2018 sempat viral di akun media sosial Facebook bahkan WhatsApp terkait adanya seorang pria yang dituduh menganut paham ideologi Terlarang diperlakukan secara kasar dengan cara pelecehan, kekerasan dan pembullyan oleh sekelompok warga di Cileungsi Kabupaten Bogor.

” Setelah ditelusuri ternyata korban adalah seorang tunawisma yang mengalami gangguan kejiwaan dan bukan berasal dari Bogor melainkan dari daerah Pemalang ” Tuturnya.

Dari hasil penelusuran Kepolisian bersama MUI dan TNI, bahwa korban tidak menganut paham ideologi terlarang. ” Dia adalah seorang tunawisma yang diduga mengidap gangguan kejiwaan. Oleh karena itu korban akan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan dilakukan pemeriksaan kejiwaan” ujar Dicky.

Dicky menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi. ” Jangan mudah terprovokasi dan main hakim sendiri, digali dulu informasi, apabila ada yang mencurigakan silahkan laporkan kepada aparat setempat. Masyarakat juga jangan mudah tulis menulis ataupun memposting yang merugikan orang lain yang tidak diketahui kebenarannya” jelas Dicky didampingi Ketua MUI dan Dandim 0621.

Menurut Dicky, hal tersebut dapat mengakibatkan kerugian bagi orang lain bahkan menyebabkan kekerasan terhadap orang lain akibat timbulnya dari tuduhan yang tidak mendasar.
” Kami melakukan penelusuran bahwa penangkapan antek antek PKI itu tidak ada. Dan ternyata bahwa settingan tersebut adalah karangan dari si penyebar hoax itu sendiri, ” Terangnya.

” Kami sudah mengamankan korban yang ada pada video dan ditegaskan dari pemeriksaan saksi-saksi tidak ada indikasi bahwa bersangkutan adalah antek antek PKI yang sempat diviralkan tersebut, ” tambahnya

Video yang tersebar tersebut menimbulkan keresahan dari masyarakat, ” banyak sekali masyarakat serta ulama yang meminta agar Polisi, MUI dan TNI melakukan klarifikasi kasus-kasus tersebut. Untuk itu kami melakukan penelusuran” pungkas Dicky.

Kejadian ini berawal dari kegiatan ronda Siskamling di jalan Kampung Dayeuh Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor.
Pada saat ditemukam korban, salah satu warga mengatakan bahwa korban adalah PKI. Kemudian warga melakukan pemukulan dan pelecehan serta pembullyan.

Kejadian tersebut direkam salah satu warga dan diupload ke Medsos sehingga menimbulkan kegaduhan. Cj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here