Dolar AS Menguat Didorong Potensi Kenaikan Suku Bunga

0
120

NEW YORK (Garudanews.id) – Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (10/11). Hal itu didorong sentimen pasar sebagian besar percaya bahwa Federal Reserve AS mungkin akan menaikkan suku bunga acuan lagi yang diperkirakan pada Desember.

The Fed, seperti yang diperkirakan secara luas, mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada Kamis (8/11) setelah pertemuan kebijakan dua hari. Namun secara umum diyakini bahwa pernyataan kebijakan Fed menyiratkan kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada Desember, menyusul kenaikan ketiga tahun ini pada September.

Indeks dolar AS mengalami pasang surut pekan ini karena ekspektasi pasar pada terpecahnya Kongres AS setelah pemilihan paruh waktu. Hal itu diyakini investor akan merusak stimulus fiskal yang dipimpin GOP (Partai Republik), seperti pemotongan pajak dan deregulasi keuangan lebih lanjut.

Di luar Amerika, euro terbebani oleh perkiraan Komisi Eropa pada rencana anggaran Italia untuk 2019. Komisi Eropa mengatakan akan mendorong defisit menjadi 2,9 persen dari produk domestik bruto tahun depan, daripada 2,4 persen yang digariskan oleh Roma.

Komisi Eropa meminta Roma untuk menyajikan anggaran baru dengan tenggat waktu pada 13 November. Namun, Roma menepis prakiraan EU, menambahkan bahwa pihaknya tidak akan mengubah rencana.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke 1,1335 dolar AS dari 1,1356 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2975 dolar AS dari 1,3049 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7226 dolar AS dari 0,7249 dolar AS.

Dolar AS dibeli 113,80 yen Jepang, lebih rendah dari 113,98 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0055 franc Swiss dari 1,0068 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,3210 dolar Kanada dari 1,3182 dolar Kanada.  (Ant/Sfa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here