Dugaan Korupsi di Kota Bekasi Mulai Terkuak

0
664
Foto: Ist

BEKASI (Garudanews.id) – Dugaan adanya korupsi sejumlah proyek di Kota Bekasi akhirnya terkuak. Meski sebelumnya rumor tersebut sempat mencuat, namun ditepis oleh sejumlah pejabat yang dituding ikut menikmati uang haram demi memenuhi “kantong” sendiri dan kelompoknya.

Dugaan korupsi di Kota Bekasi juga berkaitan dengan ajang Pilkada yang berlangsung tahun ini. Hal ini tidak terlepas dari biaya kampanye yang harus dikeluarkan oleh calon dari incumbent. Sejumlah pihak pun menuding, adanya dugaan keterlibatan mantan wali kota yang saat ini ikut bertarung di Pilkada.

Ketua Umum nasional Corruption Watch Syaiful Nazar mengatakan, jelang Pilkada di sejumlah daerah calon incambet kerap memanfaatkan SKPD dalam membiayai dana kampanye.

“Masih hangat dalam ingatan kita terkait dengan penetapan tersangka oleh KPK Bupati Bandung Barat, Abu Bakar, karena adanya dugaan suap. Hasil penelusuran memang terbukti bahwa dana suap itu sedianya akan dijadiikan modal kampanye,” ujar Syaiful kepada garudanews.id, Senin, (16/4).

Syaiful pun menduga adanya korupsi terkait bantuan dari provinsi DKI Jakarta kepada pemkot Bekasi, ada keterlibatan calon incaumbent. “Menurut informasi yang berkembang Rahmat Effendi sering mengadakan pertemuan dengan sejumlah SKPD. Untuk apa klau bukan berbicara masalah angggaran kampanye. Karena kalau berbicara mobilisasi massa ASN tidak berani berbuat banyak. Karena takut disemprit oleh Panwaslu,” kata Syaiful.

Terkait adanya dugaan korupsi Proyek Pembangunan Flyover Cipendawa (Bantuan DKI/Kemitraan/Luncuran), dia menduga ada dana yang mengalir ke mantan Wali Kota.

Diketahui, Center for Budget Analysis (CBA) bersama Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik (KAKI Publik), melaporkan adanya dugaan dua kasus korupsi di wilayah Kota Bekasi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, Senin (16/4).

Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman mengatakan, temuan pertama adalah tiga proyek di bawah tanggungjawab Kelompok Kerja B Barang/Jasa Bagian Fasilitasi Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Bekasi Tahun Anggaran 2018.

Untuk Pembangunan Flyover Cipendawa (Bantuan DKI/Kemitraan/Luncuran). Untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar Rp721.772.000. Untuk konstruksi  sebesar Rp91.819.350.000. Pemenang PT. Modern Widya Tehnical Graha Multi Modern yang beralamat di Cikini, Jakarta Pusat.

Kemudian Pembangunan Flyover Rawa Panjang (Bantuan DKI/Kemitraan/Luncuran) untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar Rp721.772.000. Untuk konstruksi  sebesar Rp78.051.670.000. Pemenang PT. Intan Cipta Perdana beralamat di Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Lalu Pembangunan Flyover Rawa Panjang (Bantuan DKI/Kemitraan/Luncuran). Untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar Rp651.766.000. Sedangkan untuk konstruksi  sebesar Rp25.219.500.000. Pemenang PT. Putra Nanggroe Aceh beralamat di Aceh Jaya Kabupaten Aceh. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here