Dukungan Golkar Terhadap RK di Pilgub Jabar Terancam Dicabut

0
343
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil /ist

JAKARTA (Garudanews.id) – Pasca penahanan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto oleh KPK atas dugaan korupsi e-KTP, sejumlah pengamat memprediksi bakal berpengaruh kepada calon yang telah diusung partai berlamabang pohon beringin hitam itu di Pilgub Jawa Barat.

Pasalnya, dalam Pilgub Jawa Barat tersebut Partai Golkar mengusung Ridwan Kamil (RK), padahal sebelumnya kader terbaik Golkar, yakni Dedi Mulyadi telah melakukan sosialisasi untuk maju dan mencalonkan diri di Pilgub mendatang.

Namun, entah mengapa pertimbangannya, DPP Golkar tidak merekomendasikan Bupati Purwakarta itu. Bahkan sebaliknya, Ketua Umum Golkar Setya Novanto belum lama ini telah mendeklarasikan untuk mendukung RK.

Namun, dengan pergantian kepengurusan partai Golkar yang baru mendatang, dukungan partai terhadap Ridwan Kamil terancam dicabut.

“Karena partai Golkar merupakan Parpol yang matang dalam setiap mengambil suatu kebijakan. Salah satunya, mungkin bisa saja nanti dukungan Golkar terhadap RK bakal dicabut.Karena politik itu dinamis. Apalagi calon yang diusung bukan dari kader,” ujar pakar komunikasi politik, Universitas Pelita Harapan Jakarta, Emrus Sihombing, menjawab pertanyaan garudanews.id, Kamis, (30/11).

Menurutnya dinamika di partai Golkar sangat cair. Apapun bisa berubah. Dalam Pilpres saja Golkar tidak mendukung Jokowi, akan tetapi, saat ini, kata dia, Golkar berada dalam lingkaran kekuasaan.

Dia berpandangan, alangkah idealnya partai manapun megajukan kadernya untuk maju di Pilkada. Terkecuali tidak ada kader yang berkualitas di daerah tersebut.

“Bukankah Dedi Mulyadi kader Golkar yang luar biasa dan sukses memimpin daerahnya, Dedi berhasil  mengkombinasikan secara profesional mengawal daerah dengan budaya,” jelas Emrus.

Bahkan dirinya mengkritisi elit Golkar ketika merekomendasikan RK yang bukan kadernya menjadi Gubernur Jabar, Sementara Dedi Mulyadi yang telah lama melakukan sosialisasi di sejumlah DPD TK II diabaikan begitu saja.

“Konsekwensinya apa, dari segi moral politik seharusnya Golkar dukung Dedi Mulyadi. Jadi terus terang apa yang dilakukan partai Golkar di Pilkada Jabar itu sangat menabrak moral politik,” tegas dia.

Moral politik, kata dia, sebagai tanggung jawab moral elit politik untuk mengusung kader terbaiknya agar dapat menjaga marwah partai.

“Karena partai politik tempat persemaian atau pengkaderan sehingga dapat melahirkan tunas muda partai tersebut untuk membangun partai Golkar kedepan. Bukan malah sebaiknya, malah mengusung kader dari luar. Jadi tidak ada alasan lain, Golkar harus segera berbenah dan mengembalikan marwah partai untuk mendukung kader terbaiknya maju di Pilgub Jabar mendatang,” pungkas Emrus.

Sebekumnya, penahanan Ketua Umum Golkar oleh KPK ternyata mendorong sejumlah kader partai berlambang pohon beringin hitam itu untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munalsub).

Bahkan isu pendongkelan Setya Novanto makin santer. Menurut politikus senior Golkar, Yorrys Raweyai, forum pengambilan keputusan di partainya itu bakal  digelar sebelum 15 Desember 2017.

“Iya lah (jadi) sebelum tanggal 15 (Desember),” ucap Yorrys di Jakarta, Kamis (30/11).

Agenda ini menurutnya akan dibahas dalam rapat pleno DPP Golkar pada Senin pekan depan. Mantan Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Korbid Polhukam) DPP Golkar ini pun menyampaikan, pengurus DPD I Golkar dari 30 provinsi sudah berkumpul di Jakarta membahas Munaslub.

Saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada hari ini pun, pengurus DPD selain menegaskan dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2019, juga meminta izin agar merestui Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebagai calon ketua umum Golkar.

“Dan mohon beliau (Jokowi) bisa hadir dalam munaslub,” tukas Yorrys sembari menyebut restu presiden untuk Airlangga sudah diperoleh.

Saat disinggung apakah Munaslub tidak menunggu selesainya proses praperadilan yang dilakukan Setya Novanto atas penetapannya sebagai tersangka korupsi proyek e-KTP, Yorrys tegas menyatakan masalah itu urusan pribadi ketumnya. (Chep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here