Elektabilitas Probowo Ungguli Jokowi di Jawa Barat Menurut Survei SPIN

0
251
presiden jokowi dan prabowo subianto (ist)

JAKARTA (Garudanews.id) – Jelang Pilpres 2019 lembaga Survey & Polling Indonesia (SPIN)  merilis hasil survei di Jawa Barat. Hasilnya, Prabowo Subianto masih mengungguli Jokowi.

“Jika terjadi `dejavu Pilpres 2014` di 2019 alias remacth head to head el classico antara Prabowo vs Jokowi, maka Prabowo Subianto juga masih memimpin perolehan suara di Jawa Barat,” kata Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara, di Jakarta, Rabu (13/6/2018).

Seperti dilansir dari harian terbit, Igor menjelaskan, Prabowo Subianto memimpin suara di Jawa Barat dengan perolehan 45,3%, sedangkan Jokowi mendapat 40,9%, sementara yang menjawab tidak tahu 13,8%.

Menurut Igor, saat responden ditanya jika Pilpres 2019 di gelar hari ini, maka Prabowo mendapat 37,1% suara, Jokowi meraih suara 30,5%, Gatot Nurmantyo 4, 2 % Agus Harimurti Yudhoyono 3.3%, Anies Baswedan 2,1%  Hary Tanoesoedibjo 1,9%, Amin Rais 1,1%,  Rizal Ramli 0,7%, dan yang menjawab tidak tahu sebesar 19,1%.

“Tidak ada pergeseran di ProvinsiJawa Barat. Tanah Pasundan itu tetap akan menjadi lumbung suara bagi Prabowo, saat maju kembali melawan incumben Presiden Jokowi di Pilpres 2019,” kata Dosen Universitas Jayabaya itu.

Igor menambahkan, kemenangan Prabowo atas Jokowi juga terjadi saat Pilpres 2014 lalu, dengan perolehan suara 14.167.381 (59,78%) diatas Jokowi dengan raihan 9.530.315 suara (40,22%).

“Jokowi hanya menang atas Prabowo di Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon. Di sisa kabupaten lainnya Prabowo masih unggul atas Jokowi,” kata Igor.

Ia mengungkapkan, pilkada Jabar sangatlah penting karena provinsi ini menyumbang hampir 20%  pemilih nasional, dan voters di Jawa Barat dianggap berpengaruh terhadap perolehan suara nasional dalam pemilu serentak 2019.

Igor merinci, setidaknya ada tiga faktor penting sebab masih unggulnya Prabowo atas Jokowi di Jawa Barat. Pertama, faktor ketokohan Ahmad Heryawan (Aher), Gubernur 2 periode Jabar yang  namanya digadang menjadi salah satu cawapres kuat Prabowo dari PKS.

“Aher terasosiasi kuat dengan figur Prabowo, karena sampai sekarang di level politik nasional, PKS merupakan barisan dari `partai oposisi` bersama Gerindra yang dipimpin Prabowo,” kata dia.

Adapun kontroversi penunjukan kaos ganti presiden oleh pasangan Asyik saat acara debat Cagub Jabar juga memperkuat persepsi tersebut.

Kedua, demontration effect politik kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Pasangan yang diusung Prabowo di Pilkada DKI Jakarta 2017 ini menguatkan dan memantapkan pilihan warga Jabar terhadap mantan Danjen Kopassus ini.

“Jabar adalah daerah yang sangat penting dalam sejarah kompetisi dan kontestasi politik di Indonesia dan dikenal sebagai basisnya pemilih Islam,” terang dia.

Apalagi, lanjut Igor, keberadaan sebagian wilayah Jabar yang secara geografis berdekatan dengan Jakarta signifikan mempengaruhi peta politik di Jabar.

“Ketiga, pembanguan infrastruktur yang dilakukan oleh Presiden Jokowi memang nyata, namun perguliran isu tenaga kerja asing di Cimahi, Banten, Bogor, Bekasi,” kata Igor.

Selain itu masih mangkraknya proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, dan polemik pembangunan di Meikarta masih menyisakan kekhawatiran sebagian besar warga Jabar saat ini.

Igor menjelaskan, survei  SPIN ini dilaksanakan pada 5-10 Juni 2018 dengan responden 1.200 dan memakai teknik multistage random sampling. Margin of error 3% dan tingkat kepercayaan 95%.

Wawancara dilakukan melalui tatap muka langsung dengan bantuan kuisioner. Uji kualitas dilakukan melalui spot check dengan mengambil 20% dari total sample. (Red/Lya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here