Gas menghilang, Kadisperindag Kabupaten Bogor Akan Cek Pangkalan Gas

0
164
Salah satu pangkalan yang menulis kekosongan gas elpiji 3 kg. (Foto: Pendi/Grudanews)

KABUPATEN BOGOR (Garudanews.id) – Menanggapi langkanya gas melon di wilayah Kabupaten Bogor, Pemkab Bogor melalui Kadisperindag akan melakukan pengecekan ke agen dan Pangkalan gas.

Seperti di beritakan sebelumnya, gas 3 kg bersubsidi menghilangdi beberapa wilayah Kabupaten Bogor.

Warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat di pusingkan dengan kosongnya gas bersubsidi 3 Kg. Gas yang menjadi satu-satunya bahan bakar bagi warga sangat sulit didapatkan. Terpantau di beberapa wilayah Kabupaten Bogor mengalami kelangkaan gas bersubsidi tersebut. Diantaranya di wilayah Sentul, Ciawi, Megamendung, Cisarua dan beberapa kecamatan lainya.

Hamdani, Warga Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua sudah 3 hari ini mengaku susah mendapatkan gas melon. ” Kosong mas, sudah 3 hari saya nyari di Cisarua. Belum ketemu” ujarnya. Hal senada juga di sampaikan Aset Basuni, Warga Kecamatan Megamendung dan Cecep, warga Kecamatan Babakan Madang.

Kadisperindag Kabupaten Bogor, Dace Supriyadi dalam pesannya di Medsos mengatakan akan melakukan pengecekan di lapangan.

“Berkaitan dengan kelangkaan gas 3 kg, saya akan cek ke agen dan pangkalan. Terutama pada PT. Hiswana Migas yang menangani dan mengawasi sistem pendistribusian gas,” ujarnya.

Sementara itu menurut pengakuan salah satu Agen Gas di Cisarua, Eki, pasokan gas memang agak susah.

“Memang agak susah mas, saya masih dapat tapi sehari juga langsung habis,” tandasnya.

Belum di ketahui secara pasti kenapa gas yang menjadi tumpuan utama warga pasca di hapusnya minyak tanah itu langka. Banyak yang beberapa warga berspekulasi bahwa akan ada kenaikan harga sehingga gas menghilang sebagian lagi menduga ada permainan para penimbun gas.

Aset menduga adanya penimbun gas yang mencoba mencari keuntungan. ” Bisa jadi ada penimbun gas, sehingga gas langka di pasaran,” ujarnya.

Menanggapi adanya isu akan ada kenaikan harga gas, Eki membantah.

“Belum ada rencana atau kabar akan naiknya harga gas bersubsidi,” paparnya.

Warga berharap Pemerintah segera turun tangan mengatasi kelangkaan gas tersebut. Karena jika tidak segera diatasi dikhawatirkan akan menimbulkan konflik sosial.

Saat ini warga berebut gas di pangkalan saat truk pengangkut gas tiba. Disinilah titik rawan muncul saat warga berebut gas.

Jika dianggap distribusi Gas salah alamat, warga meminta pemerintah melalukan Sidak ke Rumah makan besar, Hotel, atau restauran. (Cj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here