Generasi Milenial Harus Paham Dengan Sejarah Melalui Teknologi

93

BEKASI, (Garudanews.id) – Bangsa yang bijak adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, itulah sepenggal pepatah tentang sejarah. Sejarah dan budaya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari-sehari. Sejarah merupakan bagian penting dari berdirinya sebuah peradaban, nilai budaya dan sejarah tidak dapat diukur dengan materi. Ironisnya, budaya dan sejarah yang telah membuat kita merdeka, terbebas daru belenggu penjajahan, kian terkikis perkembangan jaman.

Generasi Milenial (sebutan untuk generasi muda sekarang) mulai lupa dengan sejarah dan tenggelam dalam perkembangan teknologi. Teknologi tidak bisa ditepis, namun seharusnya sejarah tetap menjadi pegangan. Berangkat dari hal tersebut, Komunitas Penter bekerjasama dengan SMP Al-Fatah Merah Putih menggelar diskusi Budaya, di SMP Al-Fatah Merah Putih, Kelurahan Jatiwarna, Pondok Melati Bekasi, Sabtu (02/03).

Kegiatan yang bertajuk “Aku Pondok Gede Menyibak Gelap l, Menggapai Terang” tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi Zarkasih, Dinas Kominfostandi Kota Bekasi, Komunitas Onthetis Muda Djatiasih (ONTJ), Onthel Die Oud Batavia Anno 2009, Hobi Kayu Chapter Bekasi, seniman Pantun Kota Bekasi Kong Guntur, Komunitas Bambu, Distro Betawi, Wisata Sejarah Bekasi, Komunitas Yoyo hadir juga Ketua Jajaka Bekasi Damin Sada.

Nugraha Arie Prabowo sebagai pelaksana kegiatan tersebut menyebutkan rasa keprihatinannya terhadap genarasi muda yang semakin lupa dengan sejarah dan budaya.

Seorang pesilat cilik sedang menunjukkan kebolehannya menggunkan golok

“Sekarang ini pengetahuan sejarah dan budaya pada anak muda minim sekali, untuk itu kita berharap dengan diadakannya kegiatan ini mudah-mudahan generasi muda kita akan semakin sadar pentingnya sejarah,” kata Arie menuturkan

Ia berharap dengan kegiatan tersebut, generasi muda semakin melek dengan sejarah, semakin cinta terhadap budaya. Kegiatan tersebut juga sebagai wujud perbaduan antara sejarah, budaya dan teknologi yang saat ini sudah maju.

“Ini menjawab semua tantangan pada era dgital, dimana segala sesuatu dapat diketahui lewat dunia maya, kita ingin padukan juga kemajuan teknologi dengan sejarah dan budaya,” tambahnya.

Anhar Gonggong (Sejarawan Nasional)

Sementara itu, salah satu sejarawan nasional Anhar Gonggong menuturkan pemanfaatan media teknologi untuk mengetahui sejarah dan budaya merupakan hal yang paling mungkin dilakukan mengingat teknologi dan era digital tidak dapat dihindari.

“Lewat teknologi belajar sejarah, tidak disampaikan dengan gaya lama, tidak mungkin kita bisa hidup tanpa mempunyai keterampilan mengenai kemapuan teknologi dan tidak menguasainya makan akan tergilas, kita akan jadi bangsa yang hanya bisa membeli dan tidak bisa berbuat apapun,” kata Anhar.

Ia menambahkan bahwa peranan pemerintah sangat penting dalam mendorong masyarakat untuk mengetahui peranan teknologi dalam sektor industri salah satu contohnya.

“Pemerintah kan yang membuka jalan, jadi pemerintah punya peranan untuk mendorong, makanya kita harus punya keterampilan untuk menguasai karena kalau tidak ya kita akan tersingkir,” tandasnya.

Seperti diketahui bersama, perkembangan teknologi semakin sulit dibendung, masyarakat terutama generasi milenial sudah sangat tergantung dengan teknologi. Namun sejarah dan budaya mulai terlupkan, maka perlu ada keseimbangan antara teknologi yang tidak dapat dibendung dan sejarah yang menjadi tonggak awal dan identitas sebuah negara. (Mam)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.