Golkar dan PDIP Berburu Nomor Satu di Pemilu

0
292

JAKARTA (Garudanews.id) – Pasca penetapan Ketua Umum Goklar hasil Munaslub Jakarta yang menunjuk Airlangga Hartarto sebagai pemegang kendali di partai berlambang pohon beringin hitam itu, menarik perhatian sejumlah pengamat.  Denny JA misalnya, dia menilai 3 program rakyat yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto merupakan konkret untuk mendulang suara. Jika program tersebut sukses disebar dan dilaksanakan, dia juga  memprediksi Golkar dan PDIP akan bersaing berebut nomor satu pada pemilu 2019 nanti.

“Wong cilik merupakan segmen pemilih terbanyak yang bisa diraih oleh Tiga Program Rakyat. Jika program ini sukses disebar dan dilaksanakan Golkar dan PDIP akan bersaing berebut nomor satu pada pemilu 2019 nanti,” kata Pendiri Lingkar Survei Indonesia ini dalam keterangan tertulisnya, Minggu, (7/1).

Sebelumnya, Airlangga Hartarto membuat hentakan pertama selaku ketua umum Golkar yang terpilih bulan lalu. Dia meminta semua kepala daerah yang dicalonkan Golkar dalam Pilkada serentak 2018 menyebarkan seluas luasnya ‘Tiga Program Rakyat’.

Airlangga mengatakan, rakyat yang mencoblos di TPS pilkada tak sekedar ramaikan pesta demokrasi. Rakyat datang memilih karena inginkan perubahan hidupnya. Golkar datang merespon dengan Tiga Program Rakyat. Detail program dan cara mencapainya, setiap daerah menyesuaikan dengan situasi.

Semua calon kepala daerah Golkar, dari Sumatera sampai Papua, diminta kabarkan program nasional Golkar untuk pilkada serantak 2018. Ini sesuai dengan khitah Golkar: Suara Rakyat, Suara Golkar.

Pertama, harga sembako terjangkau. Rakyat banyak berhak mendapatkan harga sembako yang lebih terkontrol. Beras, sagu, jagung, sayuran, telor, daging, gula, dan sebagainya, harus lebih mudah didapat. Sembako tersedia dengan harga yang bisa dijangkau.

Ini hanya terjadi jika kepala daerah mencari solusi menaikan daya beli masyarakat di wilayahnya masing masing. Memang kebijakan sembako lebih banyak diatur oleh pemerintah pusat. Namun kepala daerah dan elit lokal tetap punya sumbangsih untuk menaikkan daya beli masyarakat setempat.

Kedua, perluas lapangan kerja. Rakyat banyak berhak atas pekerjaan. Kurangi pengangguran. Lakukan pelatihan. Masyarakat hanya maju jika penduduknya berkerja. Sebagai petani, nelayan, buruh, ataupun pedagang swasta, bersama menyambut pagi, mencari rejeki halal.

Ketiga, tersedia rumah yang mudah diakses dengan harga terjangkau. Rakyat berhak punya rumah. Membangun keluarga di sana. Berteduh dari dinginnya malam dan panasnya siang. Bertambah waktu harus juga menjadi bertambahnya rakyat memiliki rumah.

Calon kepala daerah dari Golkar harus mencari solusi. Jangan sungkan berdiskusi dengan para ahli. Jangan sungkan mendengar suara rakyat. Harus ada militansi mengambil tindakan yang perlu. Sukses atau tidaknya kepala daerah Golkar akan dinilai terutama dari sukses atau tidaknya tiga program rakyat. (Yan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here