Harga Beras Melambung, Pemilik Warung Nasi Menjerit

0
187
Persediaan beras di gudang Bulog pusat. (Foto: dok.garudanews)

BOGOR (garudanews.id) – Harga beras yang terus melambung beberapa hari ini,  membuat pemilik  warung nasi dan para ibu rumah tangga menjerit. Harga beras yang terus merangkak naik hingga mencapai kenaikan  Rp13 ribu perliter, hal ini disebabkan karena banyaknya petani yang mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem.

“Sudah beberapa hari ini kenaikan harga tak kunjung turun. Kenaikan paling tinggi mencapai Rp100 ribu perkarung,” kata pedagang beras di Pasar Ciawi, Solihin (42) kepada garudanews.id, Kamis (11/1).

Lanjut dia, hal ini berakibat konsumen yang datang seringkali mengeluhkan harga beras yang tak kunjung turun. Daya beli konsumen juga mulai berkurang, meski tak begitu signifikan.

“Adu mas, banyak pembeli yang protes, terlebih mereka yang memang memiliki usaha warung nasi. Mereka mengaku terpaksa mengurangi porsi jualan agar tak merugi,” beber Solihin.

Sementara itu, Ica (45) salah satu pemilik warung nasi di Ciawi meminta agar pemerintah bisa memberikan solusi dan menurunkan harga beras. Dirinya mengaku, harga beras yang mahal bisa membunuh ladang usaha kecil seperti dirinya.

“Saya hanya bisa berharap pemerintah segera mencari  solusi tentang ini,”harapnya.

Begitupun, salah seorang ibu rumah tangga. Iis (52), dirinya merasa terkejut saat membeli beras dengan harga tinggi yang awalnya naik menjadi Rp11.5 ribu sekarang mencapai Rp 13 ribu.

“Dalam kondisi ekonomi yang belum menentu ditambah adanya kenaikan bahan poko beras, dirasa cukup berat,”keluhnya. (ded/pend)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here