Hasil Survei SMRC, Popularitas Golkar Kembali Naik

0
336
Ketum Golkar, Airlangga Hartarto. (Foto: dok.garudanews.id)

JAKARTA (Garudanews.id) – “Benang kusut’ yang terjadi di Partai Golkar pasca penetapan Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus korupsi yang menjeratnya dan berujung digelarnya Munaslub, kini nampaknya sudah mulai terurai.

Dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, Golkar telah merampungkan sejumlah persoalan calon kepala daerah yang akan diusung partai tersebut pada Pilkada 2018.

“Dalam waktu satu bulan, Airlangga bisa menciptakan iklim kondusif. Memutuskan calon di 171 daerah untuk pilkada bukan hal mudah dan Airlangga mampu memutuskannya dalam waktu cepat,” ujar Anggota DPR Fraksi Golkar, Ichsan Firdaus yang juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Nasional SOKSI tersebut.

Dalam diskusi bertajuk “Perlukah Airlangga Mundur” di Jakarta, Sabtu, (6/1)  Ichsan mengatakan, selama satu bulan memimpin, Airlangga mampu melakukan komunikasi yang baik dengan para pemangku kepentingan di Partai Golkar, menjelang pendaftaran bakal calon pilkada pada 8-10 Januari 2018.

Ia memaparkan dari 171 daerah, Partai Golkar sudah memutuskan calon untuk direkomendasikan maju pada pilkada, meskipun tinggal 15 persen lagi daerah yang belum diputuskan.

Menurut dia, setelah Munaslub Golkar pada 19-20 Desember 2017, Airlangga juga mampu menciptakan suasana kondusif di tubuh Partai Golkar dan melakukan komunikasi dengan partai politik lain terkait persiapan pilkada.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP Partai Golkar Happy Bone Zulkarnain memaparkan setelah Airlangga terpilih sebagai Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto, survei dari partai berlambang pohon beringin tersebut meningkat tiga persen dari 9,5 persen menjadi 12,5 persen dalam satu bulan, berdasarkan survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC).

Menurut dia, posisi rangkap jabatan Airlangga tidak akan memengaruhi kinerja baik di ranah politik maupun birokrasi. Airlangga disebut sudah mempersiapkan tim solid dan profesional baik di Kementerian Perindustrian maupun di internal Golkar untuk menghindari “conflict interest”.

“Airlangga ini profesional, ia sudah mempersiapkan bagaimana supaya saling menguatkan dengan membentuk tim solid dan profesional sehingga tidak akan mengganggu kinerja Kementerian Perindustrian dan parpol itu sendiri,” ungkapnya seperti di8lansir dari antara.

Senada dengan itu, Peneliti dari Saiful Mujani Research Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas, mengatakan Arilangga mampu merepresentasikan pemersatu di partai politik dan di saat yang sama bisa menjadi figur profesional di Kementerian Perindustrian.

“Airlangga mencerminkan figur yang dibutuhkan Jokowi. Sejauh anggota kabinet punya kemampuan kerja, menghasilkan program inovatif, model menteri seperti itu yang diinginkan Jokowi,” kata dia. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here