Hebat, Inilah Aksi Dedi Mulyadi saat Bantu Perbaiki Rumah Ustaz

0
325
Aksi Dedi Mulyadi saat membantu memasang genteng dalam rangka gotong royong memperbaiki rumah ustaz, Sabtu, (14/4)

TASIKMALAYA (Garudanews.id) –  Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sejumlah Pasangan Calon kerap mengumbar janji politiknya guna menarik simpati masyarakat.

Calon wakil gubernur yang satu ini nampaknya berbeda dalam mensosialisasikan program saat kampanyenya.  Siapa lagi kalau bukan Dedi Mulyadi.  Mantan Bupati Purwakarta itu kerap menyusuri kampung-kampung dan menyapa penduduk miskin dan tokoh agama.

Bahkan tidak segan ia harus bermalam di rumah warga yang kurang mampu guna  untuk mengetahui secara langsung kehidupan di sekitarnya.

Gaya kepemimpinan ini juga pernah dilakukan oleh sahabat Rosululloh,  yakni Umar bin Khatab.  Meski sebagai khalifah dan orang yang sangat di hormati bagi masyarakatnya.  Tapi ia rela terjun dan langsung membantu warganya yang tidak mampu.

Terungkap pada Sabtu,  (14/4) laki-laki bertubuh langsing ini  memberikan bantuan pembangunan rumah milik ustaz di Kampung Nyanggahurif Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya.

Dia pun rela naik memasang genteng membantu warga setempat dalam memperbaiki  rumah ustaz tersebut.

Sontak saja warga sekitar seolah tidak percaya dengan gaya pria yang kerap mengumbar senyum itu.  Karena dengan lincahnya memasang genteng milik ustadz yang selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

“Gotong royong itu membantu membangun rumah warga itu merupakan salah satu bagian dari kehidupan saya selama ini,” kata Dedi,  kepada wartawan usai  membantu memperbaiki rumah ustaz, Sabtu (14/4).

Dedi mengaku pekerjaan gotong royong, ia lakukan semenjak dirinya memimpin di Kabupaten Purwakarta dan luar daerah.

Maklum saja mantan Bupati yang satu ini kerap memberi perhatian  khusus ketika ada rumah-rumah warga yang tidak layak huni itu.

“Intinya pemimpin itu harus memiliki kepekaan terhadap persoalan-persoalan sosial. Dan memang penyelesaian masalah harus diselesaikan selama kita masih memiliki kekuatan untuk mendorong partisipasi publik,” ujarnya.

Menurutnya, pemilihan rumah ustaz yang tidak layak huni itu, karena ustaz harus dimuliakan supaya ketika mengajar tidak memikirkan hal-hal yang lainnya dan bisa fokus untuk mengajar.

Menurut dia,  ustaz adalah seorang yang harus dimuliakan keberadaannya.  Selain itu,  kata dia,   bila sudah memiliki rumah permanen ustaz bisa mengajar di rumahnya dengan tenang. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here