Hoax Ratna Sarumpaet Dinilai Berpotensi Turunkan Elektabilitas Prabowo-Sandi

0
195
Prabowo-Sandi (ist)

JAKARTA (Garudanews.id) – Publik dihebohkan dengan pengakuan aktivis Ratna Sarumpaet terkait berita pemukulan yang dialaminya. Ratna akhirnya mengaku tak ada pemukulan atau penganiayaan yang menimpanya. Wajahnya yang bengkak yang sebelumnya disebut akibat pemukulan orang tak dikenal ternyata bekas sedot lemak wajah di sebuah rumah sakit kecantikan.

Pengakuan Ratna ini berpotensi besar menurunkan elektabilitas pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi. Pasalnya Ratna sebelumnya tercatat sebagai juru kampanye nasional pasangan ini.

“Kalau melihat potensi, pasti ada potensi penurunan (elektabilitas) dengan kasus ini,” jelas peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (4/10).

Rully mengatakan pihaknya belum bisa memprediksi sebesar apa potensi penurunan karena survei belum dilakukan. Ia akan memotret permasalahan ini dalam survei yang akan datang.

“Jadi nanti akan kita lihat lagi ke depan mengenai hasil riset kita apakah ini akan turun atau tidak. Tapi yang pasti bahwa kasus ini sudah mencederai demokrasi, dalam artian bahwa kebohongan publik atau hoaks adalah sebuah kesalahan yang fatal dan pasti akan ada hukuman publik terhadap itu. Apakah ini berpengaruh terhadap angka elektabilitas dari calon itu sendiri, ya nanti kita potret dalam survei ke depan,” paparnya.

Respons Prabowo Subianto atas kebohongan Ratna Sarumpaet ini juga dinilai akan mempengaruhi elektabilitas. Upaya tim Prabowo-Sandi dengan melakukan pembersihan dalam tim kampanye juga dinilai sebagai upaya untuk tetap mempertahankan elektabilitas. Hanya saja apakah respons Prabowo ini dapat mengembalikan kepercayaan publik, perlu dilakukan survei atau riset.

“Tapi potensi penurunan pasti ada,” ujarnya.

Prabowo telah meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena telah mempercayai karangan cerita Ratna Sarumpaet. Namun permintaan maaf ini juga belum dapat dipastikan akan berdampak ke elektabilitas.

“Kalau sebagai excuse Prbaowo sudah memberikan statement ke publik bahwa ada kecerobohan yang dilakukan dia. Tapi ini tinggal penilaian publik apakah publik nanti akan menjudge lewat elektabilitasnya. Apakah mereka akan berubah pilihan dengan adanya kasus besar ini akan dilihat dalam survei ke depan,” tutupnya. (Mdk/Lya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here