IHSG Dibuka Menguat, Sektor Konsumsi Jadi Pendorongnya

0
111

JAKARTA (Garudanews.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua arah pada perdagangan di awal pekan ini. Laju IHSG sempat melemah tetapi kemudian menghijau.

Pada pembukaan perdagangan saham, Senin (5/11/2018), IHSG turun ke posisi 5.886,20. Pada pukul 09.05 WIB, IHSG berbalik arah dan menguat tipis 1,50 poin atau 0,03 persen ke posisi 5.907,81.

Indeks saham LQ45 melemah 0,05 persen ke posisi 941,42. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 113 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 80 saham melemah dan 113 saham diam di tempat.

Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.912,57 dan terendah 5.886,20. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 33.409 kali dengan volume perdagangan saham 711 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 440 miliar.

Investor asing beli saham Rp 24 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.972.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham pertambangan melemah 0,06 persen, Sektor saham infrastruktur turun 0,25 persen dan sektor saham keuangan tergelincir 0,14 persen.

Sedangkan sektor saham barang konsumsi menanjak 0,60 persen, sektor saham manufaktur naik 0,36 persen dan sektor saham perkebunan menguat 0,19 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham SATU naik 69,23 persen ke posisi Rp 198 per saham, saham MAYA mendaki 14,52 persen ke posisi Rp 7.100 per saham, dan saham PANS menanjak 8,52 persen ke posisi Rp 1.465 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham CAKK merosot 12,75 persen ke posisi Rp 130 per saham, saham MYTX tergelincir 11,76 persen ke posisi Rp 150 per saham, dan saham YELO terpangkas 5,93 persen ke posisi Rp 446 per saham.

Laju IHSG diperkirakan akan bergerak di zona hijau pada perdagangan saham Senin (5/11). Gerak IHSG diprediksi diperdagangkan pada level 5.860-6.025.

Managing Director Jagartha Advisors, FX Iwan mengatakan, IHSG berpotensi menguat dan menembus level 6.000 ke posisi 6.025. Di awal pekan ini, Iwan menilai, sentimen eksternal masih bayangi laju IHSG dalam sepekan ke depan.

“Fokus akan tertuju pada perkembangan diskusi perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China untuk mendapatkan kesepakatan baru terutama menjelang mid-term election di AS pada pekan depan 6 November,” tuturnya.

“Hasil dari mid-term election itu juga dapat mempengaruhi sentimen pasar apabila terjadi kejutan diluar ekspektasi,” ia menambahkan.

Sementara itu, dari dalam negeri, lanjut dia, pasar domestik akan tertuju pada data rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III dan juga data cadangan devisa (cadev) RI.

Senada, Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyebutkan, katalis positif memang menjadi angin segar bagi laju IHSG di awal pekan ini. Namun, penguatan IHSG belum terbilang signifikan.

Ia meramalkan, penguatan IHSG masih bersifat di level rendah dengan diperdagangkan di kisaran 5.855-5.910.

Adapun menurut pengamatan Lanjar, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada dibawah tahun sebelumnya sebesar 5,1 persen dari 5.27 persen pada periode sebelumnya. Hal tersebut dapat menjadi penahan laju penguatan IHSG dipekan selanjutnya. (Lip6/Sfa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here