Imigran Ikut Antri Gas Melon, Memang Subsidi Buat Siapa?

0
348
Salah satu warga timur tengah saat ikut antri pembelian tabung gas 3 Kg.

BOGOR (Garudanews.id) – Kelangkaan gas melon saat ini menjadi trending topik di media sosial. Masyarakat di buat pusing dengan kelangkaan gas bersubsidi tersebut.  Kelangkaan gas terjadi di beberapa kota di Indonesia. Dari mulai Solo, Karanganyar, Depok, Bekasi, hingga Kabupaten Bogor.

Akibat kelangkaan tersebut, truk pengkangkut tabung gas yang baru mau menurunkan di agen-agen diserbu warga. Warga mengantri untuk mendapatkan gas yang sudah beberapa hari ini sulit ditemuka.

Seperti yang terjadi di wilayah Cisarua, Kabupaten Bogor. Warga mengular antri sambil menenteng tabung gas melon. Mirip kejadian antri minyak tanah jaman dulu. Uniknya ada juga warga timur tengah yang ikut antri untuk membeli gas melon tersebut.

Adanya warga timur tengah yang ikut antri ini menjadi pertanyaan, bukankah Subsidi gas 3 Kg hanya untuk warga indonesia.

“Harusnya warga Timur Tengah tidak boleh membeli gas 3 kg. Kan itu yang di subsidi pemerintah Indonesia. Polisi mestinya ikut mengawasi,” ujar Habib Bakar mengomentari kejadian tersebut.

Menurut Habib Bakar yang tinggal di Desa Kuta Kecamatan Megamendung dan sehari hari beraktifitas di Cisarua ini, Imigran Timur Tengah tidak berhak mendapatkan gas Bersubsidi.

“Bukan Hak mereka gas 3 kg itu. Bayangkan ada lebih dari 1500 imigran. Jika di bagi tiga maka mereka memakai 500 tabung per 3 minggu-satu bulan. Jadi subsidi pemerintah mereka ambil. Harus ada pengawasan khusus untuk masalah ini. Apalagi saat ino sedang susah-susahnya mendapatkan gas,” tandasnya.

Terkait hal ini, Kadisperindag Kabupaten Bogor belum mau berkomentar. Saat Garudanews.id hubungi , Kadisperindag tidak memberi jawaban. (CJ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here