Impor Bahan Baku Naik pada Maret

51

JAKARTA (Garudanews.id) – Pada Maret atau dua bulan menjelang Ramadhan, impor sejumlah bahan baku makanan mengalami kenaikan. Di antaranya adalah susu, mentega, tepung terigu dan gula yang masing-masing memiliki tingkat kenaikan berbeda.

Menurut laporan perkembangan ekspor dan impor Indonesia Maret 2019 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (15/4), salah satu komoditas dengan kenaikan tertinggi adalah gula. Pada Maret 2019, jumlah impor gula sebesar 541,65 juta kilogram dengan nilai 191,46 juta dolar AS. Secara nilai, kenaikannya mencapai 14,8 persen dibandingkan Februari 2019 yang mencapai 128,8 juta dolar AS untuk 348,3 juta kilogram gula.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, secara bulanan, impor barang konsumsi pada Maret 2019 memang mengalami kenaikan hingga 136,4 juta dolar AS atau 13,49 persen. “Dari 1,01 miliar dolar AS jadi 1,14 miliar dolar AS,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Senin (15/4).

Selain itu, kenaikan impor juga terjadi pada mentega. Tercatat, pada Maret, jumlah impor mentega adalah 2,2 juta kilogram dengan nilai 13,16 juta dolar AS. Total tersebut naik dibanding dengan impor pada Februari yakni 1,19 juta kilogram atau sebesar 7,18 juta dolar AS.

Impor susu juga mengalami kenaikan. Pada Maret, total impor susu sebesar 23,2 juta kilogram senilai 52,62 juta dolar AS. Angka tersebut naik dibanding dengan impor susu pada Februari 2019 yang tercatat 17,84 juta kilogram dengan nilai 41,55 juta dolar AS.

Impor mentega pada Maret 2019 tercatat sebesar 2,2 juta kilogram dengan nilai 13,16 juta dolar AS. Kenaikan terbilang rendah dibanding dengan impor Februari yang tercatat 1,19 juta kilogram mentega dengan nilai 7,18 juta dolar AS.

Impor tepung terigu juga naik. Pada Februari 2019, impornya tercatat mencapai 4,32 juta kilogram dengan nilai 1,44 juta dolar AS. Kemudian, pada Maret 2019, totalnya naik hingga 5,85 juta kilogram dengan nilai 2,01 juta dolar AS.

Dilihat dari golongan barang (HS 2 digit), serealia masuk dalam lima besar peningkatan impor terbesar. BPS mencatat, peningkatan secara month-to-month(mtm) adalah 40,19 persen atau mencapai 112,5 juta dolar AS. Pada Februari, impornya mencapai 279,9 juta dolar AS kemudian naik menjadi 392,4 juta dolar AS pada Maret.

Kenaikan secara mtm tidak hanya terjadi pada impor barang konsumsi. Impor bahan baku/ penolong mengalami kenaikan 12,34 persen atau 1,1 miliar dolar AS. “Dari 9 miliar dolar AS pada Februari jadi 10 dolar AS pada Maret,” ujar Suhariyanto. (Rep/Sfa)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.