Ingat Ya, Pilkada 2018 Tidak Ada Putaran Kedua

0
752
Logo KPU

JAKARTA  ( Garudanews.id ) – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah tersendiri bagi perjalanan demokrasi Indonesia. Bagaimana tidak, 171 pilkada akan dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi KPU dan pemerintah. Dengan banyaknya pemilihan suara dan calon-calon yang maju dalam Pilkada tentu akan berbeda dengan suasana pilkada sebelumnya. Selain pilkada, dalam rentang waktu tahun yang sama, proses pemilihan Presiden dan Legislatif juga sudah di mulai pada tahun ini. Karena pada bulan Agustus 2018, Partai-partai sudah harus menyetorkan nama-nama Calon Presiden yang akan diusungnya ke KPU.

KPU perlu bekerja keras untuk memastikan senua berjalan lancar. Sementara pemerintah secara umum mempunyai kewajiban menjaga keamanan dan kelancaran Pilkada .

Hal yang perlu diketahui masyarakat dan Partai adalah tidak adanya pemungutan suara putaran kedua. Pemenang pilkada adalah Calon yang mendapatkan suara terbanyak.

Pilkada dengan putaran kedua menurut Arief Budiman, Ketua KPU, hanya berlaku di Provinsi DKI Jakarta. Putaran kedua di DKI bisa terjadi jika perolehan suara dibawah 50 persen. Aturan tersebut tercantum dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 tahun 2016. “(Pilkada 2018) 1 putaran. UU sudah putuskan 1 putaran. Hanya DKI saja yang masih mengatur dua putaran,” kata Ketua KPU Arief Budiman.

Untuk calon Bupati atau Wali Kota, aturan ini termaktub dalam Pasal 107 ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada yang berbunyi: Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati serta pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati terpilih serta pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota terpilih.

Sedangkan aturan terkait Pilgub tertuang dalam Pasal 109 ayat (1) yang berbunyi: Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur terpilih.

Menurut Arief, puncak acara Pilkada Serentak yakni pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang disaat pencoblosan. Jadi, siapa yang mendapatkan suara terbanyak, maka dialah yang menjadi pemenang. “Asal itu (suara) yang paling besar,” sebutnya.

Nah, untuk calon-calon pemimpin daerah dan pendukungnya harus siap ya dengan ketentuan ini. Cj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here