Ini Cerita Ayah dari Bocah Thailand yang Terjebak di Gua Tham Luang

0
99
tim-sepakbola-remaja-asal-thailand-yang-terjebak-di-dalam-gua (ist)

CHIANG RAI (Garudanews.id) – Ayah dari salah satu bocah Thailand yang terjebak di gua Tham Luang menuturkan ke-12 anak dan pelatihnya itu tadinya hanya berencana bertualang selama satu jam di dalam gua. Tapi rupanya nasib berkata lain, banjir bandang akibat hujan membuat mereka terperangkap dalam gua selama lebih dari dua pekan.

keluarkan seluruhnya lewat operasi penyelamatan selama tiga hari dipimpin Angkatan Laut Thailand dan dibantu tim penyelam internasional.

Mereka pergi ke gua Tham Luang di Provinsi Chiang Rai, sebelah utara Thailand pada 23 Juni setelah berlatih sepak bola. Ketika itulah hujan mengguyur kawasan gua.

“Dia bilang setelah mereka selesai latihan mereka akan bermain ke gua. Mereka bilang paling hanya satu jam,” kata Banpot Korncam, ayah dari kapten tim sepak bola Moo Pa berusia 13 tahun kepada media, seperti dilansir laman Channel News Asia, Jumat (13/7).

“Ketika di dalam gua di luar hujan deras dan air banjir memenuhi terowongan, dan orang-orang pergi keluar,” kata Banpot.

Dua penyelam Inggris menemukan ke-12 bocah dan pelatihnya itu sedang berjongkok di gundukan gua berlumpur di dalam sebuah celah terowongan beberapa kilometer dari mulut gua, sembilan hari setelah mereka masuk ke gua.

Masalah kemudian menjadi persoalan bagaimana mengeluarkan mereka di tengah kondisi air yang memenuhi terowongan gua.

Bocah berusia 11 hingga 16 tahun itu harus menyelam untuk memulai perjuangan mereka keluar dari gua lalu masuk ke dalam kantong plastik seperti tandu untuk diusung melewati dinding curam, celah berbatu, dan diikat di atas kepala.

Warga Thailand menganggap pelatih mereka, Ekkapol Chantawong, atau akrab dikenal Ek, sebagai pahlawan karena sudah menjaga anak-anak di masa sulit.

“Mereka cuma duduk diam tidak melakukan apa pun karena situasi gelap,” kata Banpot menirukan penuturan anaknya yang masih dirawat di rumah sakit.

“Saat mereka lapar, pelatih Ek akan menyalakan senter untuk melihat kondisi stalaktit di atas mereka,” kata dia. “Dia menyuruh anak-anak itu meminum tetesan air dari stalaktit.”

Mereka kini sudah dirawat di rumah sakit dan belum boleh keluar sampai sekurangnya satu pekan.

“Kondisi mereka membaik. Keluarga kini bisa mengunjungi mereka dari jarak dekat,” kata pengawas dari Kementerian Kesehatan, Thongchai Lertwilairatanapong.

Operasi penyelamatan ini menjadi sorotan dunia dan kisahnya menarik produser Hollywood untuk mengangkatnya ke layar lebar. (Mrdk/Lya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here