Inilah Alasan Pemerintah Tidak Mau Berikan Subsidi untuk Premium dan Pertalite

0
128
Kantor Pusat pertamina, Jakarta

JAKARTA (Garudanews.id) – Alasan pemerintah yang tidak mau mengalah untuk memberikan subsidi bagi premiun dan pertalite dikarenakan harga premium seharusnya sudah dijual dengan harga Rp 7.966 per liter,  tetapi Pertamina justru diminta untuk menjual premium dengan harga Rp 6.550. Akibatnya pemerintah harus menggelontorkan subsidi sebesar Rp3.400. Sementara apabila diakumulasikan dalam satu tahun nilai kerugiannya bisa mencapai Rp 36 triliun.

“Begitu juga dengan Pertalite, tekornya Rp 2.400 per liter. Pada tahun 2019 tekornya bisa mencapai 39 triliun. Dan total keseluruhannya menjadi sebesar Rp 75 triliun,” ucap Anggota Banggar DPR RI Inas Nasrullah Zubir, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/10).

Dikatakannya, ketika Pertamina tidak bisa membeli Ron 88, karena 55 persennya harus impor, maka hal ini bisa menimbulkan terjadinya chaos.

“Kenapa pemerintah tidak mau mengalah. Pemberian subsidi ini supaya Pertamina tidak kebobolan lagi. Begitu bobol dan tidak mampu impor maka akan chaos,” tandasnya.

Inas menyebut, kebutuhan untuk menutupi kekurangan pembelian premium dan pertalite pada tahun 2019 mencapai Rp 75 triliun, tetapi anehnya pemerintah tetap ngotot tidak mau memberi subsidi untuk pertalite dan premium. “Kondisi seperti ini sangatlah mengerikan,” tegasnya. (Mhd/Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here