Inilah Hasil Paripurna DPRD Ketapang Mengenai Nota Keuangan dan Perubahan APBD 2017

0
834
Bupati Ketapang Martin Rantan usai menyampaikan pidato paripurna dalam pengelolaan keuangan daerah.

KETAPANG (Garudanews.id) – DPRD kabupaten Ketapang baru-baru ini menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian nota keuangan perubahan dan Raperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2017.

Sebagaimana yang tercantum dalam Permendagri Nomor:12 tahun 2011 tentang perubahan kedua permendagri nomor 13 tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, ada beberapa kondisi yang menyebabkan daerah dapat melakukan perubahan APBD kondisi tersebut yaitu apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan anggaran. Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan dalam tahun berjalan, keadaan darurat dan keadaan luar biasa.

Dalam pidato pengantar nota keuangan perubahan  dan Raperda tentang perubahan APBD Tahun anggaran 2017 bupati Ketapang Martin Rantan,SH mengatakan bahwa mulai tahun anggaran 2017, kebijakan pemerintah pusat terhadap penetapan besaran DAU untuk pemerintah provinsi kabupaten/kota tidak bersifat final atau dinamis. Karena  harus menyesuaikan dengan realisasi pendapatan dalam negeri netto. Salah satu kebijakan tersebut, pendapatan daerah mengalami penyesuaian.

“Oleh karena itu pemerintah daerah dituntut untuk lebih mampu mengoptimalkan penerimaan yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) adapun rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD tahun anggaran 2017 dengan struktur,” ungkap Martin.

Bidang Pendapatan

Untuk bidang pendapatan,  target Pemkab Ketapang pada perubahan APBD tahun Anggaran 2017, di estimasikan sebesar Rp.1.968.589.505.251,73 (satu triliun sembilan ratus enam puluh delapan miliar lima ratus delapan puluh sembilan juta lima ratus lima ribu dua ratus lima puluh satu rupiah koma tujuh puluh tiga sen) target tersebut terkoreksi sebesar Rp.42.523.929.871,27(Empat puluh dua miliar lima ratus dua puluh tiga juta sembilan ratus dua puluh sembilan ribu delapan ratus tujuh puluh satu rupiah koma dua puluh tujuh sen) atau 2,11 persen dari APBD sebelum perubahan.

Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Pemerintah kabupaten Ketapang mentargetkan pendapatan asli daerah Rp.121.425.263.928,78 (seratus dua puluh satu miliar empat ratus dua puluh lima juta dua ratus enam puluh tiga ribu sembilan ratus dua puluh delapan rupiah koma tujuh puluh delapan sen)terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp.17.709.763.039,78(tujuh belas miliar tujuh ratus sembilan juta tujuh ratus enam puluh tiga ribu tiga puluh sembilan rupiah koma tujuh puluh delapan sen) dari sebelum perubahan APBD.

Dana Perimbangan

Dari dana perimbangan ditargetkan sebesar Rp.1.574.027.693.353 (satu triliun lima ratus tujuh puluh empat miliar dua puluh tujuh juta enam ratus sembilan puluh tiga ribu tiga ratus lima puluh tiga rupiah)atau terkoreksi sebesar Rp.77.871.300.899(Tujuh puluh tujuh miliar delapan ratus tujuh puluh satu juta tiga ratus ribu delapan ratua sembilan puluh sembilan rupiah)dari APBD sebelum perubahan penurunan ini disebabkan adanya penyesuaian pendapatan dari dana alokasi umum(DAU)dan pengembalian lebih salur dana bagi hasil dari pemerintah pusat.

Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah

Lain-lain pendapatan daerah yang sah pada perubahan APBD tahun anggaran 2017 ditargetkan sebesar Rp.273.176.547.969,95(Dua ratus tujuh puluh tiga miliar seratus tujuh puluh enam juta lima ratus empat puluh tujuh ribu sembilan ratus enam puluh sembilan rupiah koma sembilan puluh lima sen)terjadi kenaikan target sebesar Rp.17.637.607.987,95(Tujuh belas miliar enam ratus tiga puluh tujuh juta enam ratus tujuh ribu sembilan ratus delapan puluh tujuh rupiah koma sembilan puluh lima sen)dari APBD sebelum perubahan.

Bidang Belanja

Bidang belanja daerah kabupaten ketapang pada perubahan APBD tahun anggaran 2017 ditargetkan sebesar Rp.2.039.317.327.116,36(Dua triliun tiga puluh sembilan miliar tiga ratus tujuh belas juta tiga ratus dua puluh tujuh ribu seratus enam belas rupiah koma tiga puluh enam sen)atau terjadi penurunan sebesar Rp.563.893.006,65(Lima ratus enam puluh tiga juta delapan ratus sembilan puluh tiga ribu enam rupiah koma enam puluh lima sen)dari APBD sebelum perubahan, belanja daerah tersebut dialokasikan dalam kelompok belanja tidak langsung dan belanja langsung.

Bidang Pembiayaan

Bidang pembiayaan berdasarkan perda nomor:12 tahun 2017 tentang pelaksanaan pertanggung jawaban APBD tahun anggaran 2016 bahwa sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran 2016 sebesar Rp.56.833.093.786,50(Lima puluh enam miliar delapan ratus tiga puluh tiga juta sembilan puluh tiga ribu tujuh ratus delapan puluh enam rupiah koma lima puluh sen)pada APBD sebelum perubahan,penerimaan dari silpa tahun anggaran 2016 ditargetkan sebesar Rp.34.500.125.000(Tiga puluh empat miliar lima ratus juta seratus dua puluh lima ribu rupiah)terdapat kenaikan dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp.22.332.968.786,50(Dua puluh dua miliar tiga ratus tiga puluh dua juta sembilan ratus enam puluh delapan ribu tujuh ratus enam puluh delapan rupiah koma lima puluh sen)

Silpa tahun anggaran 2016 merupakan sisa lebih yang sudah jelas peruntukannya silpa tersebut dialokasikan kembali untuk belanja tunjangan profesi guru,PNSD,tambahan penghasilan guru PNSD, BLUD RSUD Dr.Agoes Djam Ketapang, kapitasasi jaminan kesehatan nasional dan dana desa.

Dan sebelum mengakhiri pidatonya bupati Ketapang Martin Rantan menyampaikan, dalam pengelolaan keuangan daerah senantiasa mempedomani ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta fokus dan terarah untuk mendukung visi dan misi pemerintah daerah yakni mewujutkan kabupaten ketapang yang maju dan sejahtera mengakhiri pidatonya. (Amns/hnn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here