Inilah Kriteria Proyek Strategis Nasional yang Terus Digenjot Pemerintah

0
403
Jalan Tol Simpang Susun Jombang Jawa Timur. (Foto: Kemen PUPR)

JAKARTA (Garudanews.id) – Menko Perekonomian Darmin Nasution mengemukakan, jika proyek yang dikriteriakan  dalam Program Strategis Nasional  tidak ada pembangunan fisik atau konstruksinya pada kuartal III tahun 2019  maka akan dianggap tidak diteruskan atau didrop.

“Kalau didrop itu tidak berarti seumur-umur akan didrop, kalau nanti dia dipersiapkan lagi, dimajukan itu boleh saja,” ujar Darmin, Senin, (16/4) malam, seraya menekankan, hasil evaluasinya adalah dengan kriteria bahwa suatu Proyek Strategis Nasional akan dipertahankan jika ada pembangunan fisik atau konstruksi paling lambat kuartal III/2019.

Berdasarkan hasil evaluasi, menurut Darmin, dari semua Proyek Strategis Nasional yang ada maka yang akan selesai 100% sampai dengan kuartal III/2019 adalah sebanyak 48 proyek.

Adapun yang sudah membangun, baru mulai beroperasi, belum 100% operasinya efektif tapi sudah mulai beroperasi adalah 94 proyek dan 1 program kelistrikan. Kemudian 86 proyek ditambah satu program mengenai industri pesawat, sudah akan mulai konstruksi tetapi baru akan mulai 2019 beroperasinya.

Ditambahkan Darmin, dari 222 proyek yang masuk Program Strategis Nasional tahun 2018 ini, terdapat satu proyek baru mengenai Universitas Islam internasional Indonesia, yang diusulkan Menteri Agama dan satu program baru terkait pemerataan ekonomi yang di dalamnya ada mengenai sertifikasi lahan, perhutanan sosial, reforma agraria, dan peremajaan perkebunan rakyat.

“Jadi ada satu proyek,  satu program tambahannya,” tegas Darmin. (yan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here