Inilah Kronologis Penangkapan Terduga Teroris di Probolinggo

0
231
Sejumlah aparat gabungan tengah mengamankan salah satu rumah yang diduga ditempati oleh terduga teroris. (foto: ags/hnn)

PROBOLINGGO (Garudanews.id) – Rumah yang di tempati MF salah satu pria yang diamankan Densus 88 pada Rabu (16/05) sekitar pukul 21.30 di blok BB Perum Sumber Taman Indah Kota Probolinggo adalah rumah kontrakan yang  dihuninya selama kurang lebih sekitar 1 tahun.

Ketua RT 04 Perum Sumber Taman Indah (STI)  Probolinggo, Ocje Rustandar menyampaikan bahwa pria yang dimaksud adalah warga pendatang dari tasik yang beristri wanita asal Jember.

“Selama ini aktivitasnya seperti biasa, hanya saja dia memiliki sekolah semacam TK. Adapun pria  tersebut dari Tasik, dan Istrinya dari Jember, dan di sana memang ada kamar di sekat sekat, dan saya gak tau itu tempat apa kayak semacam pondok, tapi ada tempat untuk sekolah untuk anak anak TK juga, namanya TK Tapas,” kata Ocje kepada wartawan, Kamis (17/5).

Menurut dia, aktivitas kesehariannya adalah kegiatan kagamaan mengajar ngaji di masjid dan usaha pengiriman air Galon. Sementara istrinya mengajar di TK Tapas Itu juga.

“Saya juga Kaget ada kejadian seperti itu, karena selama ini tidak ada pengaduan dari warga ke saya terkait mereka, warga tidak merasa terganggu dengan kehadiran mereka, malah kadang warga juga ikut pengajian di masjidnya, cuma yang membedakan dia dengan warga yang lain, mereka agak tertutup itu aja,” jelas pria berlogat Sunda ini.

Ocje mengaku sempat dijadikan saksi oleh pihak kepolisian waktu penggeledahan. Saat penggeledahan anak dan istri MF sempat dititipkan di rumahnya dirinya. Polisi menemukan beberapa buku-buku sampai kaset.

“Dulu mereka itu satu jamaah di Babu Suro, dan biasanya dulu itu memanggil ustad Ba Asyir untuk ceramah, tapi setelah Ba asyir di tahan karena terlibat teroris, akhirnya yang di Babu Suro juga pecah, kemudian pak Alikan mendirikan masjid sendiri dan Pak Hardi juga mendirikan sendiri,” bebernya.

Seperti diketahui, paa Rabu  hingga Kamis dinihari Densus 888 menggerebek Perumahan Umum Sumber Taman Indah Kelurahan Sumbertaman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, jawa Timur.

Dari penggerebekan tersebut polisi mengamankan 3 orang terduga teroris kelompok jaringan Dita Oepriarto kasus pengeboman Gereja di Surabaya. Adapun dalam operasi tersebut dipimpin langsung AKBP Alfian Nur Rizal, SH, SIK, MH (Kapolresta Probolinggo) dan Letkol Kav Depri Rio Saransi S.Sos, MM (Dandim 0820) Probolinggo.

Pukul 21.30 WIB, petugas Densus 88/AT tiba di rumah kontrakan Moh. Fatwa, Perumahan Sumbertaman Jln. Taman Tirta 4 Blok BB Kelurahan Sumbertaman RT 04 RW 08 Kecamatan Sumbertaman Kota Probolinggo. Selanjutnya melakukan penggrebekan dan penangkapan terhadap Muhamad Fatwa. Pria asal Tasikmalaya ini berhasil di amankan

Pukul 22.00 WIB, selanjutnya petugas gabungan Densus 88/AT bergerak menuju rumah Irvan Suhardianto alamat Jln. Taman Puspa Indah Perum STI Blok 09 Rt 08 Rw 06 Kel Sumbertaman Kec Wonoasih kota Probolinggo selanjutnya melakukan penggrebekan dan penangkapan terhadap Irvan Suhardiyanto.

Pria Asal Kota Probolinggo Juga Berhasil Diamankan

Pukul 23.45 WIB, petugas gabungan Densus 88/AT yg didampingi oleh AKBP Alfian Nur Rizal, SH, SIK, MH (Kapolresta Probolinggo) dan Letkol Kav Depri Rio Saransi S.Sos, MM (Dandim 0820/Probolinggo) menuju ke rumah Harit S. Arifin guna melakukan penangkapan dan penggrebekan terhadap Harist Arifin.

Pria yang bersetatus PNS sebagai salah satu tenaga pengajar di sekolah menengah Kejuruan di kabupaten Probolinggo ini pun juga berhasil di amankan.

Adapun Barang Bukti yg disita di rumah Harist Arifin adlah sbb:

3 buah senapan angin jenis Glock.

2 buah Busur panah

2 buah anak panah

3 Hp, (1 HP Tablet 2 Hp jenis samsung).

1 buah HT

1 Pompa senapan angin

1 buah drigen dibalut lakban

1 buah parang.

1 buah notebook dan 2 flasdiak

6 lembar peta

1 buah peredam

3 buah tele.

1 buah Camera

6 buah Paspor.

Ketiga orang terduga jaringan Dita Oepriarto kasus pengeboman Gereja di Surabaya oleh Densus 88/AT dibawa ke Polda Jatim guna pemeriksaan lebih lanjut. (ags/hnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here