Inilah Penyebab Penyakit Ispa dan Diare di Sukabumi Meningkat 

0
206
Ilustrasi

SUKABUMI (Garudanews.id)  – Faktor cuaca dan minimnya warga masyarakat terhadap kebersihan yang menjadi penyebab  jumlah kasus penyakit infeksi saluran pernafasan akut (Ispa) dan diare di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi mengalami peningkatan.

“Di Kecamatan Gunungguruh ini, kami prediksi baru sekitar 50 persen tingkat pencapaian kesadaran lingkungannya. Jadi tidak heran jika kasus Ipsa dan diare meningkat. Tapi belum sampai terjadi kejadian luar biasa (KLB),” jelas Koordinator Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (P2MPLP) Puskesmas Kecamatan Gunungguruh, Eri Kustiawan, Jumat (5/1).

Menurut dia, penyebab utama terjadinya peningkatan penyakit ini yakni pada faktor cuaca ekstrim seperti akhir-akhir ini terjadi. Selain itu, sanitasi yang tidak memadai, kebersihan pribadi dan masih minimnya kesehatan lingkungan.

“Intinya, kesadaran terhadap kebersihan lingkungan masih lemah,” jelas Eri.

Lanjut dia, untuk penderita penyakit Ispa dan diare, pihaknya telah berpedoman dengan mekanisme data dan sistem 10 persen dengan jumlah penduduk. Sementara jumlah penduduk di Kecamatan Gunungguruh ada sekitar 35.000 jiwa.

“Biasanya, dari satu tahun itu mereka mengidap penyakit tersebut dua sampai tiga kali. Jika dibiarkan begitu saja, maka penyakit ini akan masuk pada penyakit Demam Beradar Dengue (DBD). Untuk itu, penyakit Ispa dan diare telah menjadi skala prioritas untuk disikapi oleh Puskesmas Gunungguruh,” bebernya.

Oleh sebab itu, puskesmas Kecamatan Gunungguruh kerap melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat dengan tujuan agar semakin faham menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Prilaku sehat, lingkungan yang bersih, tentunya akan berdampak positif terhadap kesehatan. Untuk itu perlu kesadaran bersama seluruh masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, dengan dilakukannya penyuluhan dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebersihan dan kesehatan, diharapkan dapat mengikis tingginya angka penyakit Ispa dan diare.

“Kuncinya ada pada tingkat kesadaran masyarakat sendiri. Untuk itu perlu berbagai upaya untuk terus menumbuh kembangkan kesadaran arti hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.(ded)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here