Inilah Pesan Menteri PPPA Saat Hadiri Pertemuan Kowani Ke-90

0
67

YOGYAKARTA (Garudanews.id) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menghadiri acara Temu Nasional Kongres Wanita Indonesia ke-90 dan Sidang Umum International Council of Women (ICW) ke-35 di Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan untuk memperkuat komitmen bersama, bagi 150 perempuan dari organisasi dunia di 18 negara dan 1.000 perempuan perwakilan organisasi di Indonesia, dalam meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di dunia, khususnya di Indonesia.

“Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengapresiasi upaya Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kemen BUMN) yang telah menyelenggarakan acara ini, sebagai bentuk upaya dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia. Mengingat saat ini kondisi perempuan dan anak di Indonesia cukup memprihatinkan. Berbagai hasil kajian memperlihatkan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang sering mengalami berbagai masalah, seperti kemiskinan, bencana alam, konflik, kekerasan, dan sebagainya,” ujar Menteri Yohana dalam sambutannya.

Menteri Yohana menjelaskan, bahwa perempuan dan anak seringkali mengalami berbagai kekerasan, baik fisik, psikis dan seksual, serta menjadi korban stereotype, marginalisasi, subordinasi, dan beban ganda. Banyak perempuan dianggap hanya melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan urusan rumah tangga, sedangkan laki-laki dianggap sebagai pencari nafkah utama, sehingga pendapatan perempuan dianggap hanya sebagai tambahan saja. Perempuan juga mengalami marjinalisasi (proses peminggiran) yang berdampak pada kemiskinan secara ekonomi.

“Perempuan juga sering mengalami subordinasi atau penomorduaan, khususnya dalam kesempatan untuk memperoleh hak-hak pendidikan, yang sering dinomorduakan dibandingkan pendidikan laki-laki. Terakhir adalah beban ganda, banyak perempuan yang bekerja mencari nafkah sekaligus mengerjakan urusan rumah tangga. Untuk mengatasi permasalahan perempuan tersebut, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi menjadi faktor sangat penting yang harus ditingkatkan,” ungkap Menteri Yohana.

Menteri Yohana juga menegaskan, bahwa perempuan berpotensi besar untuk membangun bangsa ini, oleh karena itu sangat perlu memberikan akses bagi perempuan untuk berpartisipasi di segala bidang pembangunan. Perempuan harus diberi kesempatan untuk melakukan kontrol terhadap proses pembangunan. Dengan demikian kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dapat terwujud dan pembangunan dapat berjalan dengan baik.

“Saya harap KOWANI dapat meningkatkan peran perempuan selaku anggotanya yang sudah dianggap sebagai keluarga besar sendiri. Selain itu dapat berkontribusi dalam melindungi, memberdayakan dan memajukan kaum perempuan, serta ikut berpartisipasi dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara,” tutup Menteri Yohana.

Pada acara ini, Menteri Yohana juga mengapresiasi KOWANI yang berhasil mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas terselenggaranya Temu Nasional yang menghadirikan wakil organisasi perempuan terbanyak, mencapai 1.000 orang. Kemen PPPA juga menerima penghargaan MURI atas rekor Pendukung Temu Nasional Organisasi Perempuan Terbanyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here