Inilah Sederet Langkah Kontroversi Romahurmuziy Selama Jadi Ketum PPP

0
403
Politisi PPP Djan Faridz (kanan)/Ist

JAKARTA (Garudanews.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil melakukan operasi tangkap tangan yang melibatkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur pada Jumat (15/3).

Peristiwa OTT tersebut diduga adanya suap jual beli jabatan yang diduga menyeret petinggi PPP itu dengan sejumlah nama yang akan dipromosikan untuk menempati jabatan tertentu di Kementerian yang di pimpin oleh anak buah Romy, yakni Lukman Hakim Saifudin.

Sosok Romy di kancah perpolitikan nasional dinilai sangat fenomenal. Usia tergolong muda, tapi ia berhasil menyingkirkan sederet lawan politiknya di internal partai  berlambang Ka’bah tersebut.

Berikut langkah  Romahurmuziy alias Romy yang sangat kontroversi berhasil dirangkum dari berbagai sumber:

1. Romy Memecat Suryadharma Ali dari  Ketum PPP

Suryadharma Ali menilai, kesalahan yang telah dilakukan M Romahurmuziy terhadap dirinya sudah banyak. Ia menegaskan, tak ada jalan damai dengan Romahurmuziy alias Rommy.

“Kesalahannya sudah menumpuk, mulai memecat saya, sampai melawan Majelis Syariah dan Mahkamah Partai. Sudah tidak ada islah lagi dan justru harus dilawan,” kata Suryadharma saat dihubungi wartawan, Kamis (16/10/2014) silam.

Dalam Muktamar VIII yang berlangsung di Surabaya, Rommy terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP PPP periode 2014-2019. Muktamar itu digelar kubu Romahurmuziy dkk.

”Langkah Romy menggelar muktamar untuk menahbiskan dirinya menjadi ketua umum itu lucu-lucuan dan menjadi tertawaan partai-partai lainnya,” kata Suryadharma.

Ia menambahkan, sejak PPP lahir hingga kini, belum ada sejarahnya kader PPP yang berani melawan Mahkamah Partai dan Majelis Syariah. Menurut dia, pelaksanaan muktamar di Surabaya telah melanggar putusan yang dibuat Mahkamah Partai dan Majelis Syariah partai.

“Makanya saya heran masih ada kader partai yang mau datang ke Surabaya. Belum pernah ada dalam sejarah PPP, seorang kader partai melawan tokoh-tokoh dan ulama-ulama karismatik yang ada di PPP,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Majelis Syariah PPP Maimoen Zubair mengatakan, Muktamar VIII PPP yang digelar kubu Romahurmuziy di Surabaya tidak sah. Menurut dia, muktamar tersebut dilaksanakan sebelum tercapainya islah antara dua kubu di internal PPP yang berseteru.

2. Berseteru Dengan Djan Farid dan Sudirman Said

Sudirman Said hadir dalam deklarasi dukungan dari PPP Djan Faridz kepada dirinya sebagai cagub Jawa Tengah. Ketum PPP Romahurmuziy (Romi) menyatakan keheranannya terhadap pilihan Sudirman.

“Saya tidak paham dengan jalan berpikir pak SS (Sudirman Said),” ujar Romi dalam perbincangannya, Kamis (21/12/2017).

Djan Faridz memang hingga saat ini masih mengakui diri sebagai ketum PPP. Sementara SK Menkumham dan putusan pengadilan telah memutuskan ketum PPP yang sah adalah Romi.

3. Dukung Ahok-Darot di Pilkada DKI

Disaat ribuan umat islam melakukan aksi untuk menolak pemimpin penista agama, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di bawah kepemimpinan Romahurmuzy atau Romi, memberikan dukungan terhadap pasangan Tjahaja Purnama atau Ahok – Djarot Saiful Hidayat (Ahok – Djarot) pada Pilkada DKI 2017 putaran kedua.

“Kita sudah memastikan. Kita ke pasangan calon nomor dua,” kata Ketua DPW PPP DKI Abdul Aziz kepada wartawan, Kamis (30/3/2017).

Menurut Aziz, acara deklarasi dukungan kepada Ahok – Djarot pada Minggu 25 Maret lalu di hotel kawasan Jakarta, tertunda karena masalah teknis. Bukan karena ada DPC PPP DKI yang menolak.

“Ini sudah resmi. Kemarin itu masalah teknis saja,” ujar dia.

Aziz menegaskan, karena sudah menyatakan sikap, pihaknya kini sudah mulai bekerja untuk memenangkan pasangan Ahok – Djarot pada Pilkada DKI 2017 putaran kedua.

“Kita sudah kerja ini. Untuk itu, kita fokus untuk bisa menang,” Aziz menandaskan.

Sempat beredar kabar PPP kubu Romahurmuzy atau Romi mendukung pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan – Sandiaga Uno (Anies – Sandi). Sementara PPP kubu Djan Faridz sejak awal telah mendukung Ahok – Djarot.

4. Memecat Haji Lulung dari Kepengurusan PPP DKI

Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana alias Haji Lulung tak ambil pusing soal pemecatannya dari Ketua DPD PPP DKI Jakarta oleh Romahurmuziy (Romy).

“Romy itu termasuk orang-orang yang zalim untuk bisa memecat. Romy pakai pasal tidak sabar di mana pada 15 Oktober melakukan Muktamar di Surabaya,” ujar Lulung di ruang kerjanya Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (10/11/2014).

Dikatakannya, , menabrak aturan main yang tertuang dalam AD/ART PPP.

“Dia sudah nabrak anggaran rumah tangga PPP. Lalu menulis surat pada Menkum HAM untuk menggantikan pengurus lama pada 17 Oktober. Di waktu yang sama, Pak Suryadharma Ali juga mengirim surat agar Muktamar di Surabaya jangan disahkan. Dibacanya surat Romy saja. Ini saya katakan diskriminasi dan arogansi di pemerintah,” kata Lulung.

Merujuk pada Undang-undang Nomor 2 tahun 2008 Pasal 32 dan 34, Lulung menjelaskan dalam pasal tersebut menyebutkan bila terjadi perselisihan partai diselesaikan mahkamah partai.

“Bila mana tidak terjadi islah tempatnya di Pengadilan Negeri selama tiga bulan. Kalau tidak tercapai juga, sarananya di MA. Keputusan MA itulah yang menjadi alasan, Kemenkum HAM. Itu semua ditabrak Menkum HAM kemarin dengan mengesahkan PPP versi Romy,” terangnya.

5. Masuk ke Kamar KH Maimoen Zubair untuk Klarifikasi Doa

Doa KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen masih menjadi perbincangan ramai di masyarakat.

Hal itu karena dia salah ucap mendoakan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menjadi presiden. Padahal, maksud Mbah Moen adalah mendoakan capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden lagi.

Tak mau doa Mbah Moen disalahartikan banyak orang, Ketua Umum PPP, Romahurmuziy atau Romi akhirnya mendatangi Mbah Moen di kamar pribadinya, Jumat petang (1/2/2019).

Romi tak sendirian. Ia datang bersama Presiden Jokowi yang juga capres nomor urut 01. Romi dan Jokowi masuk ke kamar Mbah Moen untuk mengingatkan bahwa ulama kharismatik itu salah ucap saat memanjatkan doa.

Akhirnya Mbah Moen mempertegas bahwa dia mendukung Jokowi. Ia juga meminta kepada para santri untuk mendukung capres petahana.

Cucu Mbah Moen, Rojih Ubab Maimoen mengatakan, seharusnya masyarakat melihat utuh doa yang diucapkan kakeknya, supaya tidak terjadi salah paham. Dia menegaskan, sebetulnya doa tersebut ditujukan kepada Jokowi.

“Tidak harus menjadi polemik jika semua orang melihat secara utuh doa yang disampaikan Mbah Moen,” ujar Gus Rojih sapaan akrabnya, melalui keterangan tertulis, Sabtu (2/2).

6. Minta Ustadz Aa Gym dan UAS Netral di Pilpres

Pendakwah Abdullah Gymnastiar atau yang kerap disapa Aa Gym memberikan keterangan terkait pernyataan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy (Romi).

Hal ini diungkapkan oleh Aa Gym melalui channel YouTube miliknya, Aagym Official, Sabtu (9/3/2019).

Selain menjawab tudingan dirinya, Aa Gym juga menjawab tudingan yang sama yang ditujukan ke Ustaz Abdul Somad (UAS).

“Dari kemarin saya mendapatkan broadcast tentang pernyataan Pak Romi, dan barusan juga dapat videonya, tapi saya belum tabayyun (mencari kejelasan),” ujar Aa Gym.

Dalam pernyataan, Romi mengatakan pada UAS sebagai ulama jika tidak bergabung dengan kubu di Pilpres, agar diminta untuk netral saja.

“Pak Romi dari pimpinan salah satu partai islam itu mendekati UAS bahwa kalau tidak bergabung maka bersikap netral, dan sudah pernah mendekati Aa (Aa Gym), berbicara dengan Aa Gym supaya bisa netral dalam pemilu, kalau tidak gabung netral lah, dan sekarang katanya Aa Gym sudah berubah di postingan-nya,” ujar Aa Gym menirukan pernyataan Romi.

“Satu saya belum bertabayyun pada Beliau, apakah Beliau berkata ini atau tidak, semoga Beliau tidak berkata begitu, karena kalau berkata begitu berarti bohong,” tambahnya.

Pernyataan Mahfud MD Soal OTT yang Melibatkan Romy

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengomentari pemberitaan mengenai Romahurmuziy dibekuk KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi, pada Jumat (15/3/2019) sekitar pukul 09.00 WIB.

Diduga, Mahfud MD sudah mengetahui sebelumnya mengenai akan pihak KPK OTT Romahurmuziy di Kanwil Kementerian Agama Sidoarjo.

Dalam cuitannya mengenai KPK operasi tangkap tangan Ketua Umum PPP Romy, diduga Mahfud MD sudah lebih dulu mengetahui kejadian ini.

Hal mengenai Ketua Umum PPP M Romahurmuziy kena OTT KPK tersebut, dilontarkannya melalui via media sosial atau medsos twitternya.

Seperti diketahui, karier politik Muhammad Romahurmuziy sedang moncer-moncernya saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkapnya di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/3). Diduga terjerat kasus pengadaan jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), Gus Romi, sapaan akrab Romahurmuziy, saat ini tengah diboyong penyidik KPK ke Jakarta.

Romi mendapat mandat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2016-2021 berdasarkan Surat Keterangan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (SK Menkumham) bernomor M.HH-06.AH.11.01 tertanggal 27 April 2016. Di usia 41 tahun ketika itu, Gus Romi tercatat menjadi ketua umum termuda dalam sejarah PPP.

Terpilihnya Romi sebagai ketua umum sempat digugat Djan Faridz. Djan yang ketika itu tercatat sebagai Ketum PPP versi Muktamar Jakarta mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Surabaya, Jawa Timur, menjaring Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Romahurmuziy alias Romy sudah menjadi perbicangan publik.

Maklum saja, politisi sering mengumbar statement kontroversi itu, dalam beberapa pekan belakangan ini kerap muncul di media yang mendukung habis habisan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 ini.

Ketua KPK, Agus Rahardjo membenarkan Ketua Umum PPP itu terjaring dalam OTT, Jumat (15/3).

“Betul, ada giat KPK di Jatim. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh KPK bertempat di Polda Jatim,” kata Agus saat dikonfirmasi.

Saat ini, Romi sedang berada di Mapolda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan awal, bersama pihak-pihak lain yang turut terjaring OTT.

Kabar itu pun dibenarkan seorang penyidik, Dia menyebut Romi ditangkap pada pukul 09.00 WIB hari ini.

Demikian pula dengan informasi yang beredar, seorang sumber yang enggan disebut identitasnya mengatakan Romi diciduk di Kantor Wilayah Kementerian Agama Sidoarjo.

“Dari sumber A1. Kejadiannya jam 09.00 di Kanwil Kementerian Agama Sidoarjo. Yang ditangkap Romi,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, Ketua DPP PPP, Aunur Rofiq mengaku tak tahu soal itu. Akan tetapi, dia membenarkan bahwa Romi tengah berada di Surabaya.

“Memang posisi Ketum lagi di Surabaya,” kata Aunur.

Dia pun mengaku sejak pagi tadi mendapatkan kabar penangkapan KPK terhadap Romi. Namun dirinya tak bisa menghubungi Romi. “Saya hubungi belum bisa,” kata dia. (Hab)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here