IPW Desak Penjarakan Anggota Polri Penganiaya Wanita di Babel

0
141
AKBP M Yusuf Saat menganiaya wanita yang diduga mencuri di minimarket.

JAKARTA (Garudanews.id) – Tindakan Kasubdit Pam Obvit di Polda Bangka Belitung (Babel), AKBP M Yusuf saat menendang seorang wanita  yang viral di media sosial akhirnya berbuntut pada pencopotan jabatan perwira menegah tersebut.

Video yang diketahui diambil pada 11 Juli lalu pukul 19.00 WIB di minimarket di Bangka Belitung itu, dimana seorang wanita terlihat menangis dan meratap kepada AKBP Yusuf, namun tampak dengan emosi Pamen itu mengayunkan kakinya ke arah wanita tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, Ibu yang menangis itu diduga melakukan pencurian dan dipergoki Yusuf. Namun diduga karena si ibu tak mengaku, AKBP Yusuf melakukan kekerasan.

Akibat perilakunya yang dinilai mencoreng citra kepolisian , melalui Surat Telegram bernomor : St/1786/VII 2018, AKBP M Yusuf akhirnya dicopot dari jabatannya dan dimutasikan sebagai Pamen Yanma di Polda Babel.

Menanggapi aksi kekerasan yang dilakukan AKBP M Yusuf, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengecam keras tindakan tindakan Kasubdit Pam Obvit di Polda Bangka Belitung  tersebut.

“Tindakan yang dilakukan oleh polisi tersebut merupakan perilaku yang biadab. Yang tidak berprikemanusiaan dan tentunya bertolak belakang dengan misi Polri sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Orang biadab seperti ini tidak pantas menjadi polisi,” ujar Neta kepada garudanews.id, Jumat, (13/7).

Untuk itu, lanjut Neta,  selain dicopot dari jabatannya, polisi tersebut harus dipecat dari anggota Polri dan kemudian diproses hukum hingga ke pengadilan. Karena,  setiap orang yang melakukan penganiayaan harus ditahan dengan ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara dan kemudian diproses di pengadilan.

“Apalagi pelakunya adalah anggota polisi yang seharusnya mengayomi masyarakat, hukumannya harus lebihg berat. Jangn hanya karena persoalan sepele anggota polri bisa bertindak bersikap arogan. Cara-cara seperti ini tidak boleh ditolerir dan jika dibiarkan oknum tersebut akan menjadi monster bagi masyarakat,” tandasnya. (Red)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here