Iran Sebut Pangeran Saudi Sipetualang Palsu

0
114
Presiden Iran Hassan Rouhani.

TEHERAN (Garudanews.id) –  Meski berganti rezim,  dua negara seteru di Timur Tengah,  yakni Arab Saudi dan Iran ternyata masih menyimpan dendam lamanya.

Hal tersebut menyusul manuver yang dilakukan oleh Pangeran Arab Saudi terhadap yang mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron agar mendukung perjanjian 2015 untuk mencabut sanksi ekonomi kepada Iran dengan imbalan Iran meninggalkan program nuklirnya.

Menanggapi serangkaian lobi yang dilakukan Pangeran Saudi,  Iran pun mendesak Prancis agar tidak terpengaruh Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyangkut kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara besar, lapor kantor berita Tasnim seperti dikutip Reuters.

“Sebagai salah satu penandatangan kesepakatan itu, Prancis mesti menolak dipengaruhi oleh Salman si petualang dan menolak mendengarkan klaim berulang-ulang dan palsu Saudi terhadap kesepakatan itu,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi.

Macron, saat berbicara dalam jumpa pers bersama dengan Pangeran Mohammed bin Salman di Paris Selasa pekan ini, menyatakan bahwa pengaruh regional Iran mesti diwaspadai tetapi tidak pernah menganggap kesepakatan nuklir harus diberangus.

Mengomentari hal ini, Pangeran Mohammed menanggapi, “Saya harap presiden tidak marah kepada saya akibat apa yang saya ucapkan, tetapi kami tak ingin mengulangi kesepakatan yang dibuat pada 1938 yang telah mengawali Perang Dunia Kedua,” kata dia merujuk Kesepakatan Munich dengan Adolf Hitler.

Diketahui,  kedua negara yang merupakan satu rumpun itu sejak lama telah bersitegang terkait dengan isu nuklir.  Berbagai tudingan miring saling dilontarkan antara keduanya.  Dari persoalan teroris hingga gerakan wahabi yang masif dikembangkan oleh kerajaan Arab demi melenggengkan kekuasaan. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here