IWO Ajak Anggotanya Jadi Jurnalistik yang Handal

0
220
Ketua Umum IWO, Jodhi saat menyerahkan Sertifikat Pelatihan Jurnalistik di Batiqa Hotel Jababeka, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/4)

CIKARANG (Garudanews.id) – Guna mencetak wartawan yang profesional dan berkualitas, Ikatan Wartawan Online (IWO) laksanakan Pelatihan Jurnalistik dan Sosialisasi Perlindungan Hukum Bagi Wartawan. Kegiatan yang diikuti oleh anggota IWO se-Jabodetabek tersebut, diharapkan mampu mencetak wartawan yang sehat dalam menyajikan berita yang berimbang.

“Kegiatan yang dilakukan oleh kawan-kawan IWO Kabupaten Bekasi ini bisa menjadi pemicu bagi IWO di seluruh Indonesia. Sehingga melalui kegiatan ini bisa menjadi manfaat bagi semua rekan-rekan semua, tidak hanya bagi IWO di Kab Bekasi, tapi juga bagi kawan-kawan IWO seluruh Indonesia,” kata Ketua Umum IWO, Jodhi saat membuka Pelatihan Jurnalistik di Batiqa Hotel Jababeka, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/4).

Jodhi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian perawatan akal sehat sebagai jurnalis. Ia mengajak kepada seluruh wartawan agar selalu peka terhadap lingkungan sekitarnya.

“Banyak cara untuk membaca, melihat suatu peristiwa juga membaca. Dengan banyak membaca, menulis pun mudah dan enak dibaca. Modal wartawan itu harus selalu ingin tahu. Kalau naluri ini sudah tak ada, maka siap-siaplah pensiun jadi wartawan,” ucap dia.

Jodhi menambahkan, seluruh anggota IWO, agar selalu menjalin persahabatan sesama wartawan serta memperluas jaringan. Dua hal tersebut menurutnya adalah modal penting diera yang semakin maju.

“Untuk menghadapi situasi zaman yang gonjang ganjing saat, maka kawan-kawan IWO harus saling bergandengan tangan dan saling mendukung,” ucap Jodhi.

Dia menekankan bahwa wartawan adalah Wacthdog atau anjing penjaga. Sebagai penjaga serta kontrol sosial ditengah masyarakat.

“Nah, yang menjadi pertanyaan adalah siapa musuh-musuh kita? Musuh-musuh kita ya maling-maling itu, orang-orang jahat itu. Mereka yang hendak merusak bangsa dan negara kita. Tugas kita adalah menghardik mereka sekencang-kencangnya agar semua orang bangun dan mendapatkan kesadarannya kembali bahwa ada orang jahat,” ucap dia.

Namun, sering kali wartawan dihadapkan dengan situasi dilematis, yang akhirnya membawa seorang wartawan kepada hukumk. Banyak wartawan dibawa ke ranah pidana, apalagi ada UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan penegak hukum kerap mengabaikan UU Pers No. 40 tahun 1999.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Himawan Abror mengatakan dalam kegiatan tersebut, selain materi jurnalistik, dalam pelatihan para peserta juga akan diajak untuk memperdalam berbagai peraturan perundangan  yang berkaitan dengan perlindungan terhadap para pewarta dalam menjalankan kegiatan jurnalistik, seperti UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, UU ITE dan peran Dewan Pers.

Hadir dalam kegiatan ini sebagai pembicara adalah dari Kasubnit II Krimsus Polres Metro Bekasi Iptu Rochmadi SH, Ketua Bidang Advokasi dan Hukum IWO, Dr. Ibnu Mazjah, SH, MH, Kasubag Humas Pemkab Bekasi Drs. Rhamdan Nurul Ikhsan dan praktisi media/Eks Wartawan Grup Jawa Pos Deni Ahmad Furqon. (Mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here