Jaket ‘Bad’ Michael Jackson Laku Dilelang 298 Ribu Dolar AS

0
127

NEW YORK (Garudanews.id) – Jaket kulit hitam ‘Bad’ milik mendiang Michael Jackson, yang dia kenakan pada tur solo pertamanya, terjual seharga 298 ribu dolar AS, Sabtu (10/11) malam. Jaket itu terjual dalam pelelangan di New York, Amerika Serikat yang menampilkan berbagai macam benda milik para legenda musik. Di antaranya barang-barang milik Prince, Madonna, John Lennon dan yang lainnya.

Harga jaket tersebut sekitar tiga kali lipat dari harga aslinya. Lelang Julien memiliki harga asli yang diminta sebesar 100 ribu dolar AS untuk jaket yang ditandatangani Jackson di bagian belakang dengan spidol permanen perak. Jaket ini  dipakai di seluruh tur konser dunia ‘Bad’ sejak 1987 hingga 1989.

Ini adalah salah satu kostum ikonik paling terakhir milik Michael di samping jaket kulit merah dan hitam dalam video musik “Thriller”. Kedua jaket tersebut terjual seharga 1,8 juta dolar AS pada lelang di tahun 2011.

Jackson telah menjadi salah satu selebritas yang paling banyak ditagih sejak kematian mendadaknya pada 2009 di Los Angeles. Dia mangkat pada usia 50 tahun dari overdosis anestesi yang ia gunakan sebagai bantuan tidur.

Jaket ‘Bad’ itu terjual kepada seorang pengusaha dari Texas dan filantropis, Milton Verret. Dia membeli hampir 100 barang lainnya dari koleksi memorabilia rock n roll yang besar.

Mengangkat tema ‘Ikon & Idola: Lelang Rock-N-Roll’ hasil lelang diumumkan selama dua hari pada Sabtu malam. Dalam lelang ini juga menampilkan gitar listrik yang dimainkan oleh Bob Dylan, Paul McCartney, Eric Clapton, dan anggota band U2 The Edge and Bono.

Sebuah gitar milik Prince yang ia gunakan dalam penampilan panggung terakhirnya pada 2016 terjual seharga 156.250 dolar AS. “Selain itu, jaket motor yang dikenakannya pada film tahun 1984 berjudul Purple Rainterjual seharga 37.500 dolar AS,” ujar seorang petugas lelang.

Hasil dari lelang tersebut akan disumbangkan ke badan amal MusicCares. Ini adalah salah satu organisasi dari Grammy Award yang menjadi penyelenggara Recording Academy. Organisasi ini bergerak untuk menyediakan layanan kesehatan bagi para musisi. (Rep/Sfa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here